Untuk Pak Guru

 

Bondan sedang mengumpulkan mangga-mangga perolehannya di kebun ketika Parto mencarinya.

 

” Hai, Bondan !”, seru Parto seraya menghampirinya.

 

” Hai… Sudah siapkah kamu, To? “

 

” Tentu sudah. Saya bawa jambu”.

 

” Bagus. Sekarang bantu aku dulu mencuci mangga-mangga ini di sumur. Dan yang pecah itu bisa kamu makan.”

 

Kedua sahabat itupun lalu membawanya ke sumur dan mencucinya. Ada sebelas biji mangga besar-besar dan tiga yang pecah.

 

” Nymm…. tentu Pak Joko nanti akan senang hatinya dengan buah-buah bawaan kita ini ya, Bon,” celoteh Parto sambil menyantap mangga yang telah dibubuhi garam itu.