Teman Segi Empat

Shasa menengadahkan kepalanya. Diputarnya ke kanan kemudian ke kiri. Diregangkannya tangan kanannya. Kemudian diputarnya pinggangnya ke kanan dan ke kiri. Shasa menghembuskan nafasnya dengan lega. Akhirnya PR Matematika ini selesai juga. Dilihatnya jam dinding. Wahh.. ternyata sudah hampir pukul sembilan malam! Lama juga ia berkutat dengan soal-soal Matematika. Pantas saja tubuhnya terasa penat.

“Kok sepi ya?” tanya Shasa dalam hati. Shasa kemudian bangkit dari duduknya dan melangkah menuju kamar mama. Diketuknya pintu kamar dengan perlahan. Tak terdengar suara apapun. Perlahan-lahan Shasa membuka pintu kamar dan mengintip ke dalam. Dilihatnya mama sedang asyik mengetik. Pantas saja! Kalau sudah mengetik, mama seolah lupa dengan sekelilingnya.

Shasa mendekati meja tempat mama mengetik. Dilihatnya kertas-kertas dengan coretan hijau dan merah bertebaran. Kamus bahasa Indonesia dan bahasa Inggris bertumpuk di dekat laptop.

“Mama sedang apa?” tanya Shasa ingin tahu.

“Sedang mengetik cerita,” jawab mama. Jari-jari tangannya bergerak lincah menekan huruf demi huruf yang ada di laptop.