Gagak Sang Pembohong [Jangan Berbohong Meski Cuma Bercanda]

Gagak si Pembohong
Cerita Anak: Gagak sang Pembohong

15 Cara Ngobrol dengan Balita yang Gak Bikin Mental Anak down + Gak Nguras Waktu Tidur Bunda~
Klik → disini.

Pernah dengar cerita anak Gagak Sang Pembohong?
Cerita ini sangat terkenal karna pesan moral didalamnya.

Saking bagusnya, dari sekian cerita anak, cerita Gagak Sang Pembohong menjadi cerita anak favorit yang masuk pembelajaran di sekolah-sekolah.

Cerita ini sangat pas dibacakan kepada anak kita sebagai pengiring tidur.

Cerita anak ini mengisahkan kehidupan lima sekawan hewan.
Langsung saja yuk.


Pada suatu hari di hutan belantara, tinggalah lima hewan serangkai.
Mereka adalah si gagak, si rusa, si gajah, si jerapah, dan si kancil.

Mereka berlima sepakat tinggal berdekatan supaya bisa mencari makan bersama-sama pada pagi hari, siang hari ataupun malam hari.

Pada suatu dini hari (subuh-subuh), tidak seperti biasanya, gagak pergi lebih dulu mencari makan ke tengah hutan sekaligus jalan-jalan tanpa mengajak siapapun.

Gagak mengepakkan sayapnya meninggalkan peraduanya, sementara teman yang lain masih tertidur kecuali si rusa.

“Oii Gak, pagi-pagi banget berangkatnya, mau ngapain sih? tanya si Rusa.
“Mau cari cemilan buat ganjel, habis aku lapar banget Saa, sekalian jalan-jalan santai juga… jawab si Gagak.

Sesampainya di tengah hutan tidak jauh dari tempat peraduanya, gagak menemukan beberapa buah kecapi lalu ia santap dengan lahap.

“Hmmmm yaammmm enak juga nyemil subuh-subuh…”

Buah demi buah habis Gagak santap dengan nikmatnya.
Tidak cukup kecapi, Gagak juga berburu cacing tanah…

“Hmmm rasa spagethi, enak bangett!”

Setelah dirasa cukup kenyang, gagak terbang ke tempat lebih tinggi agar bisa melihat dari atas… ia penasaran apakah teman-temannya sudah bangun?

Dan ternyata masih tertidur termasuk rusa.

“Lho kok Rusa tidur lagi, haduhhhh dehhh…”

Selanjutnya dalam cerita Gagak Sang Pembohong,

Gagak mulai usil…

Melihat teman nya masih tidur, Gagak ingin buat kejutan sekaligus mengerjai ke-empat temanya dengan maksud bercanda.

Gagak lalu mengepakkan sayapnya turun ke tanah. Begitu sampai di tanah ia berteriak keras dengan suara melengkingnya,

“Kebakaran!!! Kebakaran!!!
Rusa, Gajah, Kancil, Jerapah tolong aku!
Ada kebakaran! Tolong!”

Suara gagak terdengar oleh si Rusa…

“Aku yakin itu suara si Gagak!”
si rusa langsung membangunkan gajah, jerapah dan juga kancil.

“Bangun Gaes!”
“Kalian dengar kan, itu suara si gagak!”
ucap si rusa sambil menunjuk ke tengah hutan.

“Gagak dalam bahaya, kita harus selamatkan dia!” tegas Rusa.

“Ayo! tancap gas!” balas ketiga teman nya.

Mereka lawan rasa kantuk demi menyelamatkan teman yang satu ini.

Mereka berlari sekencangnya sampai akhirnya tiba di sumber suara dan ternyata yang mereka lihat cuma si Gagak, berdiri tegak di atas tanah…

“Gak kamu baik-baik aja?” tanya si Kancil heran…
“Dimana kebakaranya? Mana apinya?!” tanya si Gajah dengan nafas masih terengah…

Melihat raut panik sambil ngos-ngosan dari teman-teman nya,
Gagak langsung tertawa terbahak-bahak!

“Hahahahaha!!! Tipu dikit, manjur!

“Aku baik-baik saja, gak ada kebakaran kok, cuma bercanda hahaha!”
“Sampe keringetan segala, lucu banget dah kalian! wkwkwkwk!” tambah si Gagak.

si Kancil berkata sambil menggerutu,
“Pantesan! aku sebenarnya udah curiga, kok kebakaran tapi gak ada asapnya! Huh!”

“Sudah capek-capek lawan ngantuk ternyata bercanda! Ahh elah! si Jerapah menimpali dengan kesal…

“Tega kamu Gak, kita gerak cepat demi nyelamatkan kamu…
“kalau kamu bukan teman baik, kita ogah kaya gini…” tutup si rusa.

Si Gajah hanya terdiam, tapi tampak sekali raut kecewa di wajahnya menahan kesal.
Akhirnya mereka berempat berbalik badan dan meninggalkan gagak sendirian di belakang…

“Hahahah bercanda doang yaelahhh… gitu aja ngambek heuheu” tukas si Gagak.
Gagak lalu mengikuti mereka untuk kembali ke tempat peraduan mereka.

Tak lama berselang, mentari mulai naik dan mereka melakuan aktivitas seperti biasa.

Keesokan harinya…

Mereka bangun pagi seperti biasa lalu mencari makan bersama-sama.

Karna tidak menemukan buah kecapi yang matang, gagak terpaksa meninggalkan rombongan teman-temanya lalu pergi ke tengah hutan yang berlokasi lebih jauh dari tempat mereka biasa mencari makan.

Karna tidak ketemu juga kecapinya, gagak memutuskan terbang tinggi ke puncak pohon persik. Yang membuatnya semakin jauh dari rombongan teman-temanya…

Si Gagak tengah diincar…

Tanpa disadari, ternyata dari atas bukit, tidak jauh dari puncak pohon persik, ada seekor elang yang memantau gagak dan bersiap-siap memangsanya.

Elang terbang secara perlahan mendekati gagak, pada jarak kira-kira 500 meter,
Gagak yang asyik menyantap buah persik baru sadar ada elang yang terbang kencang ke arahnya,

Gagak kaget setengah mati, ia sontak langsung terbang menjauhi elang menuju ke tempat teman-temanya berada…

Apa daya, elang sudah terlanjur dekat lalu mencakar serta mencengkram sayap gagak.
Gagak langsung berontak sehingga lepas dari cengkraman elang,

Tapi, cengkraman elang tadi menyebabkan sayap gagak terkoyak dan berterbangan di udara…
Elang terus mengejar gagak yang berusaha kabur…

Lalu Gagak berteriak lantang…

“Tolong!! ada Elang mau memakanku!
Jerapah, Gajah, Kancil, Rusa tolong aku, tolong!!”

Mendengar teriakan gagak, si rusa berkata dengan santai,
“Gak usah panik gaes, paling dia cuma bercanda…”

“Betul, paling kita cuma diketawain lagi…”
si jerapah menambahkan.

Tak ada satupun yang beranjak pergi menolong gagak…
Sementara gagak terus berusaha menghindari terkaman elang sambil terus berteriak…

Di sisi lain, si kancil merasa ada yang aneh, meski yang diucapkan teman-temanya itu masuk akal..
“Kalau memang bercanda, kenapa suara gagak merintih sekali…” pikirnya.

Si kancil akhirnya bergegas ke tengah hutan untuk mencaritau lalu tanpa disengaja wajahnya kejatuhan bulu sayap si gagak.

“Hah! ini bulu si gagak!” ia lalu melihat ke atas langit dan melihat gagak benar-benar sedang dikejar elang.

Si kancil kembali ke tempat teman-temannya dan menujukkan bulu gagak sambil berkata,

“Gaes! Gagak tidak berbohong, dia benar-benar butuh bantuan kita!
Kalau kita tidak segera pergi, ia bisa tewas di tangan elang!

Rusa, Gajah, & Jerapah bangkit dan berlari mengikuti si kancil yang menunjukkan TKP.

Gagak mulai sempoyongan lalu jatuh menuju tanah, elang lalu menukik ke arah gagak untuk menyambar tubuh gagak…

Gagak hampir mati

“Bukkk…”
Tubuh Gagak jatuh ke tanah. Untungnya, di saat yang bersamaan keempat temannya tiba dan langsung menghampiri gagak yang terkulai lemas di tanah.

Mereka berempat mengitari tubuh gagak sambil menyoraki elang agar gagak terlindung dari terkaman elang.

Karna sudah terlalu dekat, elang membelokkan arah terkamanya dan malah menabrak telinga si Gajah,
lalu Gajah menghempaskan daun telinganya yang membuat elang terlempar jauh ke depan…

Melihat kalah jumlah, elang langsung terbang jauh meninggalkan mereka berlima.

“Gagak kau masih hidup kan?
“Banyak sekali bulunya yang terkoyak!” tanya si kancil panik…

“Lihat darahnya cukup banyak!” tunjuk si jerapah…
“Maafin kami tidak menghiraukan teriakanmu Gak, kukira kau akan menertawai kita lagi”
sahut si gajah menyesal…

Dengan lemas gagak berkata,
“Tenang, ini gak seberapa kok,
Makasih banget Gaess udah mau nolong…”

“Anggap saja luka ini untuk menebus dustaku terhadap kalian kemarin…”

“Maafin aku gaess, aku sangat menyesal, maafin aku…”
Gagak menundukkan kepala sambil menitikkan air mata…

“Sudah Gak sudah, sudah kami maafkan,
“Yang penting sekarang lukamu harus segera diobati…” saran si jerapah.

“Iya benar ayo kita pulang, ajak si kancil…
“Naiklah ke pundakku Gak” pinta si rusa.

Akhirnya, mereka berlima pergi meninggalkan lokasi dibawah terik sang mentari…

Sejak saat itu, Gagak tidak pernah berniat untuk membohongi teman-teman nya lagi…

CERITA SELESAI.


Pesan Moral:

1. Jangan sekali-kali berbohong pada siapapun meski cuma bercanda.
Karna berbohong bisa merusak kepercayaan orang lain terhadap kita.
Ketika sudah tidak ada lagi yang percaya, nyawa kita bisa jadi taruhan nya.

2. Bantulah teman/saudara yang meminta tolong padamu.
Karna setiap pertolongan yang kita berikan akan berbalik ke diri kita sendiri.
Saat kita menolong orang lain sesungguhnya kita sedang menolong diri kita sendiri 🙂

Bacakan Cerita Anak penuh makna lainya, klik
Cerita Dongeng Anak


Kenali 15 Perkataan yang secara gak sadar ‘meruntuhkan’ mental si anak. Klik disini.