Dongeng Pangeran Kodok [Jangan Menilai Orang Cuma dari Penampilan]

Dongen Pangeran Kodok
Dongeng Anak: Pangeran Kodok

Pernah dengar dongeng anak Pangeran Kodok?
Cerita ini sangat terkenal karna pesan moral didalamnya.

Saking bagusnya, dari sekian dongeng anak, cerita Pangeran Kodok menjadi dongeng anak favorit.

Dongeng ini sangat pas dibacakan kepada anak kita sebagai pengiring tidur.

Dongeng anak ini mengisahkan kehidupan kerajaan.
Langsung saja yuk.

15 kata AJAIB (Ampuh, tapi gak bikin hancur perasaan mereka) yang harus Bunda ucapkan ketika anak REWEL!Klik → disini.


Pada zaman dahulu kala, tinggallah seorang raja yang memiliki seorang putri yang sangat cantik. Sang raja memberikan sebuah bola emas bertepatan dengan hari ulang tahunya.

“Selamat ulang tahun putri ku” ucap sang Raja. “Terima kasih ayah” Sang Putri sangat senang dengan pemberian ayahnya itu.

Saking menyukai bola emas itu, hampir seharian sang putri memainkan bola mas itu.

Sampai suatu ketika sang putri membawa bola mas itu ke taman istana. tapi secara tidak sengaja ia menjatuhkan menjatuhkan bola emas itu ke tanah lalu bola emas itu menggelinding sampai akhirnya masuk ke dalam kolam di taman istana

Sang putri merasa bersedih & kecewa karena tidak mampu mengambil bola mas. itu ia pun duduk meratapi bola emas yang tenggelam ke dalam kolam. ia menangis terisak-isak di tepi kolam.

“Kenapa aku begitu ceroboh?” Huuuu…

Tak lama kemudian muncul katak dari dalam kolam dan berkata “hai Putri cantik, kenapa kau bersedih?”

“Hah?! kok katak bisa bicara? “Perkenakan saya Katak, inilah aku”

Sang Putri berkata “Bola emas pemberian ayahku jatuh ke dalam kolam dan aku tidak bisa mengambilnya” keluh sang Putri.

“Aku bisa mengambilkan bola emas itu tapi ada satu syarat” pinta si Kodok. Karena bola mas itu sangat berharga, sang Putri berkata “OK, katakan apa syaratnya?”

“Izinkan aku masuk ke dalam istana putri” ujar si Kodok. “Baik”. jawab sang Putri.

si Kodok pun langsung nyebur ke kolam dan mengambilkan bola emas itu dari dalam kolam.

Setelah bola mas itu diterima oleh sang putri, ia langsung meninggalkan katak dan berjalan menuju ke dalam istana.

Sang katak mengejar dan berteriak “hai Putri cantik kenapa kau meninggalkanku? Bukankah kau berjanji untuk membawa aku ke dalam istana?

Sang Putri bersorak “Hahaha mana mungkin kodok sejelek engkau, aku izinkan masuk ke dalam istana putri cantik sepertiku” pongah sang Putri.

Katak hanya terdiam dan tetap di tempatnya.

Undangan Makan Malam

Lalu pada malam harinya ketika Sang raja, Sang Putri & Sang Ratu makan malam, tiba-tiba datang pengawal istana dan mengabarkan bahwa di depan istana ada seekor katak yang meminta izin untuk masuk ke dalam istana karna menadapat undangan dari sang Putri.

Raja pun terkejut dan meminta sang putri untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya. lalu sang putri pun menceritakan semua yang terjadi tadi pagi.

Kemudian sang sang raja berkata “Jika kau telah berjanji pada kodok untuk mengizinkanya masuk, maka tepatilah.

Lalu raja memerintahkan pelayan untuk membawa kodok masuk dan kodok pun masuk kemudian langsung melompat ke atas meja makan dan berkata.

“selamat malam semuanya!
perkenalkan saya katak dan terima kasih kepada sang raja yang telah mempersilahkan saya masuk”

kemudian sang raja memerintahkan nelayan untuk mengambilkan piring untuk sang kodok.

Selanjutnya dalam Dongeng Pangeran Kodok…

Sang kodok berkata “tidak perlu diambilkan piring sang raja aku bisa memakan dari piring sangat Sang Putri”

Putri merasa kesal karena jijik kodok memakan di piringnya tapi Putri berfikir barangkali setelah diizinkan makan Sang kodok akan pergi.

Tapi justru ketika selesai makan dan Putri beranjak ke kamar sang kodok mengikutinya dari belakang

Kode pun langsung naik ke atas kasur dan dalam aku dan kodok pun mengantuk

“Aku ngantuk ,Aku ingin tidur di tempat tidurmu kalau boleh?” Sang Putri sempat menolak tapi karna ia takut nanti dimarahin sama ayah, akhirnya Putri mengizinkan sang kodok untuk tidur di kasurnya di sebelahnya.

Sang Kodok pun langsung melompat ke atas ranjang dan tidur sementara Putri kesal dengan tingkah laku kodok.

Akhirnya Putri tertidur dengan rasa kesal. Keesokan harinya Sang kodok membangunkan Sang Putri.

“Hai Putri yang cantik, bangun… hari sudah pagi” Sang putri pun terbangun.

Sang Kodok terus meminta…

“Selamat pagi putri cantik aku ada satu permintaan lagi untukmu jika kau bisa memenuhinya Aku akan segera pergi dari istana ini”

Merenungkan bahwa Sang kodok akan pergi, akhirnya Sang Putri berkata “Baiklah katakan apa yang kau inginkan!”

Kemudian sang putri bertanya “Coba sebutkan permintaanmu itu”

Sang kodok berbicara “Aku ingin kau mengelus kepala sampai punggung ku dengan sarung tangan sutra mu, putri.”

Putri langsung melompat dan marah kepada Sang katak

“Beraninya kau, itu gak mungkin! dengan permintaan yang terlalu konyol baginya

Wajah kau kodok yang tadinya sumringah langsung terdiam dan berlinang air mata

Putri berpikir sejenak “Hmm apa susahnya dengan satu mengelus si katak, toh aku gak akan melihatnya lagi”

Akhirnya sang Putri mengambil sarung tangan sutra kesayanganya dan mengelus kepala katak sampai punggungnya.

seketika Sang kodok berubah menjadi cahaya yang sangat terang sampai membuat putri kesilauan tak bisa melihat apapun.

Tak lama setelah itu, cahaya pun hilang, dan Putri bisa melihat kembali… tapi dia tak melihat sang kodok..

Tapi yang sang putri lihat adalah sesosok pemuda tampan di tempat kodok berada. Dia gak percaya dgn apa yg dia lihat kemudian bertanya siapa kau dan gmn dgn kodok yg berdiri disini?

sang pemuda itu berkata Putri yang cantik, Aku adalah seorang pangeran dari negeri yang jauh. seorang penyihir telah mengutuk ku menjadi seorang kodok dan hanya ada satu cara untuk melepas kutukan itu yaitu dengan cara aku harus mendapat usapan dari sarung tangan sutra seorang putri.

Berkat usapanmu tadi, akhirnya aku terlepas dari kutukan itu selamanya…

Sang Putri terkejut sekaligus merasa senang kemudian mereka berdua menghadap sang raja dan menceritakan semua yang terjadi.

sang raja pun berkata “Wahai putriku dari kejadian ini kita dapat 1 pelajaran berharga bahwa jangan sekali-kali menilai orang cuma dari penampilannya,

Dan jangan sampai menghakimi sebelum kita tahu seluruh kebenarannya.”

Kemudian raja menjamu sang pangeran beberapa hari lagi di istana dan ketika hari terkahir berada di istana, sang putri dan pangeran berjalan jalan menuju kolam tempat pertemuan mereka pertama kali.

Sang Pangeran berkata “Maukah Putri menikah denganku dan tinggal bersamaku di kerajaanku?” Sang putri pun menerima tawaran pernikahan dari sang pangeran.

Tepat setelah san gputri menerima tawaran dari pangeran, tiba-tiba muncul suara kodok dari tepi kolam “webwk webwek, webwk webwek”

Sang Pangeran & Putri mendekati kodok tersebut dan memperhatikanya.

mereka menahan nafas deg degan apakah ini jelmaan lagi? dan menunggu kodok itu berbicara, tapi kodok itu tidak berbicara apa-apa

mereka berdua lantas tertawa karena menyadari bahwa kodok yang mereka temukan bukan kodok kutukan, alias kodok beneran

Sang Pangeran berkata “jangan khawatir kodok kecil, aku yakin suatu saat kamu akan bertemu dengann seorang putri suatu hari.”

Mereka berdua pun tertawa lagi…

Tak lama kemudian upacara pernikahan mereka digelar dan mereka hidup bahagia selamanya…

CERITA SELESAI.


Pesan Moral:

  1. Tepatilah janji yang kita buat. Karna setiap janji adalah hutang. Hutang harus dibayar.
    – Kalau kira-kira kita tidak bisa memenuhi janji tersebut, tidak usah janji sekalian.
    Karna hanya akan mengecewakan orang yang sudah kita janjikan dan bisa merusak kepercayaan orang lain ke kita.
  2. Jangan menilai orang cuma dari penampilan luarnya. Jangan menghakimi seseorang/sesuatu sebelum tahu seluruh kebenarannya. Telaah-lah dulu.
    Kalau dalam dunia sosmed, sebelum kita sebar informasi kemana-mana, cek dulu kebenaran nya.- Kalau sudah benar-benar jelas, kirim.
    – Kalau ragu aja sedikit, tahan, jangan dulu dikirim.
    Jangan sampai kita bikin orang resah dengan berita hoax yang kita sebar.

Bacakan Dongeng Anak penuh makna lainya, klik → Cerita Dongeng Anak


15 kata AJAIB (Ampuh, tapi gak bikin hancur perasaan mereka) yang harus Bunda ucapkan ketika anak REWEL!Klik → disini.


 

Putri Tidur [Selalu menjaga hubungan baik dengan orang lain]

Putri Tidur [Selalu menjaga hubungan baik dengan orang lain]

15 kata AJAIB (Ampuh, tapi gak bikin hancur perasaan mereka) yang harus Bunda ucapkan ketika anak REWEL!
Klik → disini.

Dahulu kala, ada sepasang Raja dan Ratu yang berbahagia, karena setelah bertahun-tahun lamanya, akhirnya Ratu melahirkan seorang Putri. Raja dan Ratu mengundang tujuh peri untuk datang dan memberkati Putri yang baru saja lahir itu. Dalam acara megah yang diselenggarakan sebagai penghormatan kepada para peri itu, masing-masing peri memberikan berkat kepada sang Puteri.

Peri pertama mengatakan “Kamu akan menjadi Putri tercantik di dunia.”Peri kedua mengatakan “Kamu akan menjadi seorang Puteri yang periang.”Peri ketiga mengatakan “Kamu akan selalu mendapatkan banyak kasih sayang.”Peri keempat mengatakan “Kamu akan dapat menari dengan sangat anggun.”Peri kelima mengatakan “Kamu akan dapat bernyanyi dengan sangat merdu.” Peri keenam mengatakan “Kamu akan sangat pintar memainkan alat musik.”

Tiba tiba datang peri tua ke tengah acara itu. Ia sangat marah karena tidak diundang. Semua orang memang sudah lama tidak pernah melihat peri tua itu, dan mengira bahwa ia sudah meninggal atau pergi dari kerajaan itu. Peri tua yang marah itu mendekati sang Puteri dan mengutuknya “Jarimu akan tertusuk jarum pintal dan kamu akan mati!” dan kemudian peri tua itu pun menghilang.

Semua orang sangat terkejut. Ratu pun mulai menangis. Peri ketujuh mendekati sang Puteri dan memberikan berkatnya “Aku tidak bisa membatalkan kutukan, tapi aku dapat memberikan berkatku supaya Puteri tidak akan mati karena terkena jarum pintal, melainkan hanya tertidur pulas selama seratus tahun. Setelah seratus tahun, seorang Pangeran tampan akan datang untuk membangunkannya.”

Raja dan Ratu merasa sedikit lega mendengarnya. Mereka lalu mengeluarkan peraturan baru bahwa di kerajaan itu tidak boleh ada alat pintal satu pun. Mereka menyita dan menghancurkan semua alat pintal yang ada di kerajaan itu demi selamatan sang Putri. Pada suatu hari disaat Putri berusia 18 tahun, Raja dan Ratu pergi sepanjang hari. Karena kesepian, sang Putri berjalan-jalan menjelajahi istana dan sampai di sebuah loteng. Disana ia menjumpai seorang wanita tua yang sedang memintal benang menggunakan alat pintal.  Karena belum pernah melihat alat pintal, sang Puteri sangat tertarik dan ingin mencoba.