Putri Lenggok

Pagi itu hujan turun dengan deras di kerajaan NagariTari. Sebuah negeri yang terkenal dengan seni tari-nya. Negeri itu sedang menanti kelahiran putri Raja.

Di sebuah ruangan besar di dalam istana terdengarlah suara tangis bayi. Seorang bayi perempuan yang cantik telah dilahirkan. Seluruh keluarga istana menyambutnya dengan bergembira. Selama tiga hari, rakyat NagariTari berpesta menyambut kelahiran sang Putri Kerajaan. Bayi itu bernama putri Lenggok.

Suatu ketika keluarga istana dikejutkan dengan sebuah peristiwa.  Seorang dayang mengasuh Putri Lenggok. Ia bernama Dayang Mirah. Ia baru mengetahui kalau Putri Lenggok tidak dapat melihat.  Ia segera memberitahu sang Raja. Raja dan permaisuri menjadi sedih  mendengar berita ini.

Raja berharap putrinya dapat meneruskan tarian keluarga istana. Tarian itu bernama Gita Pusaka Nagari. Raja membayangkan Putri Lenggok menari di ulang tahun putrinya yang ke-17. Sang putri akan menari di ruang tari utama istana. Impiannya kini hanya menjadi mimpi.

Karena Raja merasa malu, Putri Lenggok jarang dibawa berjalan-jalan keliling kerajaan. Bahkan ia tinggal di sebuah ruangan bagian belakang istana. Tempat yang agak tersembunyi sehingga jarang sekali ada yang datang ke sana. Ia tinggal bersama Dayang Mirah. Dayang Mirah sangat sayang dengan Putri Lenggok.

Putri Lenggok pernah menanyakan kenapa ia tinggal di sana. Dayang Mirah tidak pernah memberikan jawaban. Ia berusaha membesarkan hati putri Lenggok. Ia selalu berkata kalau keluarga istana tetap sayang pada sang Putri. Mereka masih tinggal di dalam istana.