Pohon Jambu Nancy

 

Musim hujan telah tiba, daun-daun Pohon Jambu di depan rumah Nancy mulai berubah coklat dan berguguran.

Angin yang berhembus kencang menjatuhkan daun-daun kering ke tanah. Sudah bertahun-tahun Pohon Jambu hidup di pekarangan rumah Nancy.

Ketika masih kecil, Ayah Nancy membawa Pohon Jambu dari kebun kantor dan menanamnya di pekarangan rumah Nancy. Kala itu Nancy masih belajar berjalan.

Setiap pagi, setelah Nancy mandi, Ayah Nancy mengajak Nancy menyiram Pohon Jambu Kecil, membersihkan rumput-rumput liar yang tumbuh dan kadang-kadang memberikan pupuk di atas tanahnya.

Tahun-tahun berlalu, Pohon Jambu tumbuh menjadi besar. Daun-daunnya bertambah banyak, batangnya bertambah besar, dan diantara ranting-rantingnya mulai muncul bakal bunga.. Pohon Jambu terlihat sangat cantik sekarang.

Jika musim panas sudah datang, burung-burung mampir ke dahannya, membawa rumput-rumput kering untuk membuat sarang. Jika panas sangat menyengat, pejalan kaki berhenti sebentar untuk berteduh di bawahnya. Seringkali Burung Hantu datang di malam hari untuk menemaninya.

Dengan rutin Ayah Nancy memangkas dahan-dahan yang tumbuh liar, merapikan daun-daun Pohon Jambu yang tumbuh rimbun.