Pengorbanan

Sudin adalah penjual koran yang sering menjajakan dagangannya di kompleks perumahan, perkantoran, dan perempatan jalan. Ia sangat rajin bekerja. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, ia meletakkan koran-koran di depan rumah pelanggannya. Demikian pula setelah pulang sekolah, Sudin bersama teman-temannya berlari ke sana ke mari untuk menjual koran-korannya kepada pemakai jalan. Ia melakukan hal demikian, karena untuk membantu ayahnya yang hanya bekerja sebagai pengemudi becak, dan ibunya bekerja sebagai pembuat pecel. Ibu Sudin sering sakit-sakitan, sehingga jarang bekerja. Sedangkan dua orang adiknya membutuhkan biaya untuk sekolah mereka.

 

Sudin anak yang pandai dan hemat, sehingga ia masih dapat menabung dari hasil penjualan korannya. Ayah dan ibunya sangat menyayangi Sudin. Seperti biasanya, Sudin sibuk mencari pembeli di perempatan jalan. Ia berlari sambil berteriak-teriak menawarkan koran-korannya. Dengan penuh semangat, ia berjualan sampai tak menghiraukan panas yang menyengat dan trotoar kota. Tiba tiba ia melihat anak kecil yang menyeberang jalan sendirian. Dengan melongokkan kepalanya, Sudin sibuk mencari di mana keluarga anak kecil itu. Secara spontan, Sudin berlari menghampiri anak tadi. Akan tetapi, malang nasib Sudin yang telah berkorban untuk anak yang ditolongnya. Anak itu selamat, dan Sudin tertabrak mobil. Kaki kanannya patah dan seluruh tubuhnya luka-luka.

 

Kemudian Sudin dibawa ke rumah sakit terdekat. Setelah diobati dan dirawat pihak rumah sakit, Sudin akhirnya siuman. Ayah dan ibunya merasa lega sekali. Orang tua anak kecil yang telah ditolongnya meminta maaf dan berterima kasih kepada Sudin. Mereka sanggup membiayai pengobatan Sudin di rumah sakit. Setelah dipikir-pikir, Sudin pernah bertemu dan mengenal ayah dan ibu si anak kecil. Kemudian Pak Adi (nama ayah anak kecil yang ditolong Sudin) berbicara kepada Sudin dan mengatakan bahwa ia akan menjadi orang tua asuh bagi Sudin. Sebetulnya Pak Adi sudah mengenal karena berlangganan koran pada Sudin. Jadi, Sudin sangat gembira setelah menerima kabar tersebut. Meskipun merasa sakit di sekujur tubuhnya, Sudin merasa bahagia sekali. Memang Tuhan Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada hamba yang senantiasa berbuat kebaikan.

 

Yeyen Putri [yeyeeenputri @yahoo .com]