Pengalaman Pertama Toro Melihat Berbagai Peristiwa Mengerikan

Di hari itu, Toro dan kawan – kawannya mendengar kabar dari guru kepramukaan bahwa minggu depan, di pelajaran kepramukaan akan diadakan perkemahan. Tempat perkemahan yang dipilih adalah taman Poncol di Cibodas. Mereka akan berangkat hari Rabu, 21 Juni 2011.

Tak terasa sudah seminggu berlalu, mereka pun berangkat. Mereka membawa bekal masing – masing. Mereka menggunakan mobil angkutan dari sekolah. Setelah lama menunggu, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Sepanjang hari, mereka belajar kegiatan kepramukaan hingga hari mulai gelap. Setelah pukul 21.00, mereka tertidur.

“Selamat malam, Anggi.” Kata Toro, “Selamat malam, Tor, tidur yang nyenyak ya..” kata Anggi. Setelah itu, mereka pun tertidur. Setelah tertidur selama tiga jam, toro memanggil – manggil anggi. “Anggi, Anggi ! cepat bangun ! lihat ini !” dengan berjalan sambil terombang – ambing dalam mimpi, anggi pun terbangun. “Ada apa, Tor?” kata Anggi yang masih setengah terlarut – larut dalam mimpinya.

“Itu, lihatlah itu !” Toro dan Anggi sangat terkejut melihat cahaya di balik tenda koko, salah satu teman mereka. Mereka terdiam sejenak dan mereka pun memberanikan diri mendekati cahaya itu sambil membaca ayat – ayat suci yang terlintas di kepala mereka. Setelah mereka mendekati cahaya itu, cahaya itu menghilang. Lalu mereka melihat cahaya itu lagi di balik tenda orang lain.

Cahaya itu seolah –  olah memancing mereka untuk mendapatkannya. Tetapi mereka tidak mengikuti cahaya tersebut karena mereka takut terjadi sesuatu jika mereka mengikutinya.
                                                   
“Bagaimana, Tor,  kita ikuti saja atau bagaimana..?” kata Anggi berbisik kepada Toro. “Kita ikti saja dulu Gi, tetapi, jangan lupa kita harus berdoa. Agar kita selamat.” Kata Toro.
                                       
Mereka pun memberanikan diri untuk mengikuti cahaya itu. Bulu kuduk mereka merinding, mereka berkeringat dingin. Tak lama kemudian, cahaya itu telah menghilang. Mereka terheran – heran karena cahayanya hilang entah kemana. Tak lama kemudian, tercium wangi bunga melati yang berasal dari pohon dekat tenda mereka.