Pahlawan

Kau genggam bambu runcing di tangan kirimu

Keringatmu mencucur deras di tubuhmu

Di tengah teriknya sang mentari kau berperang

 

Luka di tubuh kau anggap hanya biasa

Di balik perperangan semangatmu selalu ada

Di iringi do’a yang selalu menyertai

 

Gemuruh bom penjajah memekakkan telinga

Walau merintih kesakitan tetaplah kau berperang

Meski dinding penjajah terus menghalangimu

 

Tak kau rasa perasaan takut dan gentar

Walaupun pertarungan ini amatlah berbahaya

Tetap saja kau berperang karena itulah tekadmu

 

Demi Indonesia, kau taruhkan nyawamu

Demi merdeka, kau berperang melawan penjajah

Terima kasih atas segala jasamu, Pahlawanku

 

Ratrya Khansa Amira [ratrya.khansa @gmail .com]