Ondel-Ondel dan Budi

Tiba lah budi di rumah dan tidak lupa mengucap salam.
Budi : Assalamualaikum buuuu.. Budi menangis kencang. Huuuuu.. Huuuu. Huuuuu…
Ibu Budi : Ada apa nak? Ko kamu menangis? Wajahmu pucat lagi.
Budi : Aku tadi melihat ondel-ondel dalam perjalanan menuju rumah BiInah.
Ibu Budi : Ooh Ondel-Ondel suaranya juga kencang sekali, gerakannya berputar-putar.
Ibu Budi : Iya betul sayang. Ondel-ondel itu kebudayaan asli Betawi. Ibu tahu, itu yang letaknya sebelum tikungan ke rumah Bi Inah kan?
Budi : iya bu.
Ibu Budi : Iya itu ada pendatang baru di desa kita. Namanya Pak Somad. Ia datang dari Jakarta. Jakarta adalah nama kota. Dulu namanya Betawi dari kata Batavia. Budi tahu ga? Ondel-ondel itu boneka di dalamnya ada orangnya. Dan suara itu bukan suara asli ondel-ondel melainkan suara musik yang mengiri penampilan ondel-ondel ketika beraksi. Jadi kalau orang tersebut keluar dari ondel-ondel ya ondel-ondel tersebut akan diam. Jadi ondel-ondel itu dulu memang fungsinya untuk penolak bala, sebagai penangkal hal-hal jahat juga roh halus.
Budi : Ooh begitu ya bu. Hhh.. Budi jadi lega. Ternyata bukan raksasa ya bu.
Ibu budi : hahhaha.. Tentu bukan Budi. Namun bagaimanapun juga kita tetap harus waspada, karena ondel -ondel tersebut bisa diisi oleh siapa aja. Semua tergantung bagaimana perilaku orangnya ya Budi. Ohya sebagai perkenalan terhadap pendatang baru, Pak Somad juga berniat mengadakan pagelaran ondel-ondel di desa kita. Nanti kita lihat bersama yuk..
Budi : iyah mau bu. Sekarang  Budi mengerti tentang ondel-ondel. Ohya ini bu belanjaan yang ibu minta.
Ibu Budi : Budiiii… Hmmm pasti karena tadi kamu saking takutnya ya, belanjaannya tidak sesuai dengan yang ibu minta. Kan ibu tadi minta tolong dibelikan gula dan terigu. Ko kamu belikan gula dan garam?
Budi : ooh iya yah bu.. Ehehee.. Maaf ya bu. Nanti Budi kembali tukar deh ke tempat Bi Inah. Budi kan sekarang sudah ga takut ondel-ondel.
Ibu Budi : Benar kamu sudah berani? Ya sudah kalau begitu nanti saja selepas ashar tukarnya. Terima kasih ya nak.
Budi : sama-sama ibuku sayang 🙂

Nama Penulis : Dwi Arumantikawati <duie.arum @gmail .com>
duniaibuibu.blogspot.com