Ondel-Ondel dan Budi

Pada suatu hari aku hendak pergi untuk membelikan ibu gula dan terigu. Perjalananku cukup jauh untuk sampai ke tempat Bi Inah. Bi Inah ini ialah penjual sayur. Bi Inah cukup terkenal karena di desa kami hanya ia yang berjualan sayur-mayur. Maklum desa kami cukup terpencil. Awalnya aku juga agak malas belanja di Bi Inah mengingat jaraknya yang jauh itu cukup melelahkan, tetapi aku sadar bahwa pengorbanan ibu terhadapku jauh lebih besar daripada ini.

Sepanjang perjalanan mulutku tak bisa diam untuk menghafalkan beberapa doa harian. Sambil melihat susana desa yang sangat menyejukkan, tiba-tiba langkahku terhenti, mulutkupun terkunci. Haaa??? Aa… Aaa.. Aaaapa itu?? Besar sekaliii, iih seram.. Aku takut, dengan lantang aku membacakan doa makan sampai tempat Bi Inah. Hhhhhh.. Hhhh.. Hhhhh… Bi Inah tampak keheranan melihat wajahku yang pucat disertai nafasku yang terengah-engah. Bicaraku pun jadi terbata-bata…
Budi : Bbbb… Bbiiiii.. Bii Inah.. Tadi saat perjalanan ke tempat bibi ini aku melihat raksasa yang sangat menyeramkan Bii.. Besaaaar dan suaranya keras sekali. Aku takut bi, bagaimana ya aku nanti pulangnya?
Bi Inah : Ohya? Ada raksasa? Selama bibi tinggal di sini belum pernah sekalipun melihat raksasa. Di mana tepatnya kamu melihat raksasa tersebut?
Budi : Itu bi, persis sebelum belokan ke arah rumah Bi Inah.
Bi Inah : hmmm ” Bi Inah berfikir dengan keras” ya sudah nanti biar bibi antar hingga selepas tempat yang kamu lihat ada raksasa tersebut ya. Sekarang kamu mau beli apa?
Budi : Hee…  Iya Bi sampai lupa. Aku mau beli gula dan garam.
Bi Inah : Baik. Ini saja kan? Totalnya Rp. 8000
Budi : Iya bi itu saja. Sekarang tolong antarkan aku melewati tikungan itu ya Bi.
Bi Inah : Iyah baiklah, maaf ya bibi ga bisa antar sampai rumah, karena warung bibi ga ada yang jaga.
Budi : iya Bi gak apa-apa..

Budi dan Bi Inah berjalan bersama hingga sampai di tempat di mana raksasa tersebut berada. Dan benar raksasa tersebut masih ada disertai suara yang kencang. Budi masih sama takutnya dengan yang tadi walaupun sudah ada Bi Inah.
Budi : Iiiiii… iitu bi.. Raksasanya..
Bi Inah : Oalah.. Itu kan ondel-ondel anak baguss..
Budi : Apa bi Ondel-Ondel? Seperti nama makanan, udah Bi aku takut.. Aku mau lari, makasih ya Bi…
Budipun lari terbirit-birit. Kencang sekali. Sampai beberapa kali ia menabrak orang yang berpapasan dengannya. Orang – orang pun terheran ada apa dengan Budi, ko dia nampak ketakutan siang hari gini?!