Negeri Kupu-Kupu

 

 

“ Sentuhlah batu itu dan pejamkan matamu sejenak”, perintah Si Kupu. Liza pun menuruti. Dan ketika membuka matanya, Liza sudah berada di Negeri Kupu Kupu nan indah mempesona.

Liza pun mempunyai sayap seperti kupu-kupu sehingga bisa terbang ke sana ke mari.

“Selamat datang di Negeri Kupu Kupu,Liza”, kata si Kupu Kuning ramah. Liza masih terkagum dan terpesona melihat pemandangan yang begitu indah. Beraneka ragam bunga dengan aroma harum wangi semerbak ada di sana , berbagai macam warna warni ribuan kupu menyambut dan mengiringi dirinya dengan ramah.

“ Liza, kami para kupu-kupu singgah di dunia hanya sebentar. Hanya satu dua hari saja setelah itu kami mati, namun sebenarnya jiwa kami kembali ke sini. Inilah tempat kami yang sejati dan abadi. Indah bukan ? Sesungguhnya kami turun ke dunia ingin membagikan keindahan dan keceriaan walau hanya sekejap, namun sayangnya justru manusia sering mengejar dan menangkapi kami”, kata Si Kupu itu sambil terus mengajak Liza terbang mengitari hamparan taman yang tiada tara.

Tiba-tiba Si Kupu berhenti dan hinggap di sebuah kelopak bunga sambil menunjukkan muka yang sedih.

“ Liza, maukah kamu menolong kami?”, pintanya.

“Kalau aku bisa, pasti akan kulakukan”, jawab Liza. Lalu Si Kupu bercerita bahwa Ratu Kupu mereka sekarang sedang sakit karena diserang oleh Kumbang Jahat. Racun sengatnya membuat Sang Ratu tak sadarkan diri. Berbagai upaya sudah dilakukan untuk menyembuhkan Sang Ratu tetapi belum ada hasilnya.

“Apa yang harus saya lakukan sahabatku ?” tanya Liza ikut sedih. Si Kupu pun lalu melanjutkan ceritanya. Menurut salah seorang tabib Negeri Kupu yang paling pintar, racun sengat itu hanya bisa ditawarkan oleh ramuan khusus. Sedangkan resep ramuan tersebut berupa teka-teki yang belum bisa dipecahkan.

“ Liza, maukah kamu membantu memecahkan teka-teki itu?”

“ Akan saya coba sebisa mungkin”, jawab Liza.