Negeri Kupu-Kupu

Sudah tiga hari Liza tidak masuk sekolah karena kakinya kesleo gara-gara jatuh dari sepeda.. Setiap pagi sampai siang ia di rumah sendirian. Bi Imah, pembantunya, juga sedang pulang kampung menjenguk neneknya yang sedang sakit.. Papa dan Mama kerja sampai sore sedangkan Kak Rizka juga sekolah sampai siang. Liza bosan seharian hanya baca komik atau nonton tivi.

Pagi itu Liza sedang meniup pianika untuk mengusir rasa sepi di teras belakang rumah sambil mengisi teka-teki dari sebuah majalah anak-anak. Ada tiga pertanyaan yang baru dijawab Liza dalam teka-teki itu. Pertama, apa nama taring gajah ? Gading Kedua, apa makanan kesukaan beruang ? Madu. Dan ketiga, air laut mengandung apa ?Garam. Ketika ia mencoba memainkan lagu Kupu-Kupu Yang Lucu, tiba-tiba perhatiannya tertuju pada seekor kupu-kupu berwarna kuning yang terjebak di kaca jendela. Kupu-kupu itu kelabakan sambil menabrak kaca jendela karena ingin keluar sehingga menimbulkan suara berisik.

“ Kasihan”, bisik hati Liza. Ia pun berhenti meniup pianikanya dan berjalan dengan tertatih-tatih sambil menahan sakit menuju ke jendela. Kupu itu semakin ketakutan ketika melihat Liza mendekat. Tetapi Liza membuka jendela dan dengan lembut menghalau kupu tersebut agar bisa keluar. Kupu kuning itu pun terbang bebas. Liza kembali ke tempat duduknya untuk melanjutkan lagunya sambil menyelesaikan teka-tekinya.

Sedang asyiknya Liza melanjutkan nyanyiannya , tiba-tiba kupu-kupu kuning tadi sudah ada di hadapannya. Ia hinggap di pangkuan Liza sambil mengepak-kepakkan sayapnya. Dan betapa terkejutnya ketika kupu itu berbicara.

“ Terimakasih Liza. Kau anak yang baik hati. Biasanya anak-anak suka mengejar –ngejar dan menangkapi kupu-kupu, bahkan tak jarang menyiksa dan me bunuh, tetapi kau telah menolong aku.. Sebagai ungkapan terimakasihku, aku akan mengajakmu melawat ke Negeri Kupu-Kupu. Ayo Lisa! Ikuti aku!”, ajak kupu itu sambil terbang.

Kupu kuning itu terbang pelahan dan dikuti Liza berjalan terpincang-pincang sampai tiba di sebuah batu hitam di pojok kebun.