My Super Dad!

Bangun pukul 05.00, sarapan pagi pukul 06.00, berangkat sekolah pukul 06.15. Huh, semua pasti harus tepat waktu. Jika terlambat sedikit pun, Dira bisa mendapat hukuman dari sang Papa. Ini itu harus di penuhi. “Seperti robot saja,” batin Dira. Apalagi saat pulang sekolah, ada berpuluh-puluh panggilan masuk dari Papa di ponsel Dira. Dira hanya mengeluh, “Ya, ampun!”. Papa selalu menanyakan keadaan Dira setiap menit, bahkan setiap detik tiap kali Dira bernapas.

 

Dira menghempaskan badannya ke tempat tidur sambil menghela napas, “Huh, sebel!Kenapa Mama pakai acara tugas ke Bali satu bulan!” jerit Dira. Tidak ada satu pun orang yang mengetahui Dira sedang kesal, karena tidak ada siapa-siapa di rumah Dira. Hanya Dira seorang.

 

Sudah dua minggu Dira berdua di rumah bersama Papa dan dua minggu pula Dira mendapat latihan militer dari Papa. Saatnya makan malam, Papa yang memasak sendiri untuk Dira. Tetapi, hati Dira juga luluh saat Papa membuatkan masakan untuknya. Padahal Papa dulu tidak pernah kursus memasak. Tapi, sebelum tidur Dira pasti di paksa Papa untuk mendengarkan cerita masa kanak-kanak Papa yang bila di ceritakan tidak akan selesai semalam. Dira berdoa agar secepatnya tidur malam dan Mama cepatlah pulang! bisik Dira dalam hati.

 

Minggu pagi, Dira di bangunkan Papa tepat pukul 5 pagi. Dira menurut saja, mereka shalat berjama’ah dan jogging mengitari taman kota. Cukup setengah jam, mereka sudah kembali ke rumah. Dira tampak kelaparan, Papa langsung mengerti, “Ayo, kita memasak nasi goreng spesial!” ajak Papa. Dira hanya terbengong-bengong sambil mengikuti Papa dari belakang. Dalam hati Dira menggerutu terus.

 

Dira kebagian membuat telur orak-arik. Dira hanya meringis. Lalu, Papa mengajarkan Dira memcah telur yang benar. “Ambil sendok, pukulkan ke dasar telur, cepat-cepat masukan ke dalam wajan!Mengerti?” tanya Papa.

 

Dira mengangguk cepat. “Hebat juga Papa!” puji Dira dalam hati. Ugh, tapi…enggak jadi hebat suka marah-marah. Hihihi… Akhirnya selesai, saat duduk di meja makan Papa bercerita tentang masa kanak-kanaknya. Papa di tinggal nenek bekerja jadi Papa sering di rumah sendiri sehingga juga sering masak dan di latih kakek keras agar menjadi anak yang disiplin. Dira mengangguk-angguk, “My Super Dad!” ucap Dira. Papa tertawa sambil mengusap kepala Dira gemas.

 

Rahmadani Dewi S [[email protected] yahoo .co .id]