Love You, Mom…

“Begini saja deh,” Mama kembali menepuk lengan putrinya itu. “Kalau teman-teman Shasa mau, mereka bisa belajar menulis karangan sama mama.”

“Beneran, Ma?” Shasa bertanya memastikan.

“Beneran,” mama menegaskan. “Nanti mereka bisa mengirim karangan yang mereka buat ke majalah dinding sekolah atau ke majalah anak-anak.”

Shasa menepuk lengan mama dengan semangat. “Oke deh, Ma, nanti Shasa beritahu teman-teman Shasa.” Shasa bangkit dengan semangat. Sebelah kakinya sudah hampir menjejak lantai kamar ketika tiba-tiba ia teringat sesuatu.“Eh, Shasa kok sudah beberapa hari ini tidak melihat mama mengetik?”

Mama mengambil buku yang tadi ditutupnya. Tangannya membolak-balik halaman buku sampai menemukan halaman yang sebelumnya sedang dibaca.

“Mama sedang gak mood menulis,” jawab mama. Perhatiannya sudah kembali tertuju pada huruf demi huruf yang ada di hadapannya.

“Loh, kenapa?” Shasa bertanya dengan heran.

Mama tersenyum simpul. “Aa..da.. deehh.. Mau tahu ajee..”

Shasa memonyongkan bibirnya. “Huuu… Mama gak asyik ah,” katanya sambil berjalan menuju pintu kamar. “Nanti kalau tidak menulis, tidak dapat honor dari tulisan lagi loh, Ma,” Shasa mengingatkan.

“Oiya.. ya..,” Mama menutup buku yang baru saja dibacanya. “Kalau begitu mama menulis saja lah sekarang. Kalau tidak dapat honor, nanti mama tidak bisa membelikan es krim buat putri mama yang cantik.”

Shasa terkikik-kikik mendengarnya. Itu enaknya punya mama penulis. Kalau mama habis menerima honor, mama suka mentraktir Shasa es krim kesukaan Shasa. Love you mom..

Erlita Pratiwi (erlitapratiwi @cbn .net .id)