Lampu Tidur untuk Seilla

Semenjak Rissa naik ke kelas 1 SD, Seilla tidur satu kamar dengan adiknya itu. Rissa baru bisa tidur kalau lampu kamar dimatikan. Ia akan menangis jika ketika tidur lampu dinyalakan. Hal ini benar-benar membuat Seilla kesal. Berbeda dengan Rissa, Seilla tidak suka kalau ketika tidur lampu kamar dimatikan. Makanya Seilla sangat membenci waktu tidur. Namun, Seilla tidak pernah menceritakan hal itu kepada mama atau papa karena menurut Seilla pasti mereka akan membela Rissa.

Malam harinya, Seilla sudah memakai piyama dan bersiap untuk tidur. Rissa masih menyikat giginya di kamar mandi. Seilla langsung menyalakan lampu kamar dan cepat-cepat naik ke kasur. Ketika Rissa masuk ke kamar, ia langsung membangunkan Seilla untuk mematikan lampu kamar. Saklar lampu berada di dinding atas sedangkan tangan Rissa belum sampai.

“Kak Seilla, tolong matikan lampunya dong.. Aku nggak sampai..”, kata Rissa dengan manja.

“Matikan saja sendiri!”, jawab Seilla singkat.

Rissa kemudian menangis keras dan mengadu ke mamanya. Hal ini sudah diduga Seilla akan terjadi. Tak lama kemudian, mama bersama Rissa masuk ke kamar. Mama langsung mematikan lampu kamar tersebut

“Seilla, harusnya kamu bantu Rissa untuk mematikan lampunya dong.. Cuma begitu saja masak kamu tidak mau bantu?”, Tanya mama.