Kesombongan Si Kupu-kupu

 

Suatu ketika, kawanan kupu-kupu sedang bermain di atas rumah Fafa dan Fifi. Di kawananan kupu-kupu tersebut, ada Rara dan Riri juga. Rara dan Riri sama sekali tidak menghiraukan rumah yang dahulu menjadi tempat tinggal mereka. Dari dalam rumah, Fafa dan Fifi hanya bisa memperhatikan saja. “Kak Fafa, Fifi rindu kita berkumpul bersama Kak Rara dan Kak Riri seperti dulu lagi. Bolehkah Fifi memanggil mereka berdua untuk datang kesini?” Tanya Fifi. “Jangan Fifi, mereka pasti tidak akan mau. Mereka pasti akan marah jika kamu memanggil mereka.” Jawab Fafa dengan nada sedih. Sebenarnya Fafa juga merindukan kakaknya dan momen saat mereka berkumpul seperti dahulu.

Ketika sedang asik beterbangan, tiba-tiba datang seorang manusia dengan membawa jaring untuk menangkap kupu-kupu. Diayunkan jaring itu kepada kawanan kupu-kupu, ada kupu-kupu yang berhasil lolos, dan ada yang terperangkap. Di antara yang terperangkap adalah Rara dan Riri. “Aku dapat kupu-kupu yang indah hari ini.” Kata orang tersebut sambil tertawa. “Akan aku air keras dan aku jadikan pajangan nanti.” Lanjut orang tersebut.

Melihat kejadian itu, Fafa dan Fifi sangat kaget. Mereka memanggil-manggil kakaknya. “Tidak! Jangan tangkap kakak ku!” Kata Fafa dan Fifi sambil berteriak. Manusia itu tidak mungkin mendengarnya. “Fafa, Fifi, maafkan kakak. Kakak salah telah berubah menjadi sombong dan mengabaikan kalian berdua. Jaga diri kalian baik-baik.” Kata Rara dari kejauhan dengan nada yang sedih. Rara dan Riri lupa dengan pesan kedua orang tuanya sebelum meninggal. Orang tua mereka pernah berpesan, “Jika nanti kalian berdua menjadi kupu-kupu yang indah, janganlah kalian menjadi sombong. Karena keindahan hanyalah sementara. Tetap jaga adik-adik kalian, bimbing mereka menjadi baik.” Tetapi semuanya terlambat, mereka baru ingat pesan itu ketika sudah terperangkap dalam jaring.

Cerita anak (fabel) orisinil karya Muhammad Bambang Abimanyu <bambangkeren50 @gmail.com>
Twitter : MuhammadBambang