Kesombongan Si Kupu-kupu

Di sebuah kebun yang di penuhi oleh tumbuhan dan hewan, hiduplah sekelompok ulat yang hidup dengan damai. Ulat-ulat ini bernama Rara, Riri, Fafa dan Fifi. Mereka hidup berdampingan dengan hewan lainnya dengan rukun dan saling tolong menolong. Keempat ulat ini adalah saudara kandung. Orang tua mereka telah tiada. Rara dan Riri adalah ulat yang sudah dewasa, sedangkan Fafa dan Fifi adalah adik mereka berdua.

Pada suatu hari Rara dan Riri berubah menjadi kepompong, kemudian menjadi kupu-kupu yang indah. Mereka berdua kemudian sering berkumpul dengan kawanan kupu-kupu yang lainnya. Awalnya mereka masih sering merawat adiknya Fafa dan Fifi, tetapi seiring waktu berjalan, mereka lebih sering berkumpul dengan kawanan kupu-kupu yang indah. Sifat Rara dan Riri hari demi hari berubah. Mereka jarang kembali ke tempat Fafa dan Fifi, bahkan sifatnya pun menjadi sombong karena keindahan mereka.

Fafa dan Fifi akhirnya berjuang mempertahankan hidupnya sendiri. Sampai pada suatu hari, Fafa dan Fifi yang sedang mencari makan bertemu dengan Rara dan Riri yang sedang berkumpul dengan kupu-kupu lainnya. “Kak Rara dan Riri apa kabar? Mengapa kakak jarang kembali ke rumah?”. Tanya Fifi. Rara dan Riri kaget mendengar suara adiknya tersebut. Rara dan Riri tetap acuh dan tidak menjawab pertanyaan adiknya. “Kakak kenapa diam saja?” Tanya Fafa kali ini.

Akhirnya Riri menjawab dengan nada tegas, “Siapa kalian ini? Seenaknya saja memanggil kami kakak. Kalian hanyalah ulat kecil yang kotor! Sedangkan kami adalah kupu-kupu yang indah.” Akhirnya kawanan kupu-kupu itu pergi meninggalkan Fafa dan Fifi. Mendengar jawaban seperti itu, Fafa dan Fifi sangat sedih. Mereka tidak menyangka, kakak yang mereka sayangi dan dulu sangat sayang kepada mereka, kini berubah menjadi sombong. Akhirnya Fafa dan Fifi memutuskan kembali ke rumah.