Jilly Sang Anjing Nakal

Kamu tahu kan?! Di negara Indonesia tercinta ini pasti ada ibukotanya, yaitu Jakarta.. yaa di Jakarta ada ada sebuah kompleks bernama Mutiara Jakarta, Ada sebuah rumah yang sangaaaaat besar! Keluarga itu mempunyai seorang anak perempuan yang cantik dan pintar bernama Daisy. Daisy mempunyai 3 ekor Anjing, induknya diberi nama Jellya, mempunyai 2 anak bernama Jilly dan Jelly. Jilly berwarna Hitam dan Jelly berwarna Putih, Jelly mempunyai sifat yang baik sementara Jilly tidak.

“Jellya,Jilly,Jelly kemari!” panggil Daisy. “Guk guk guk!!” balas para anjing dengan bahasa nya sendiri. “Sini Aku mau kasih makan sama kalian!” kata Daisy. “Guk guk guk guk!” jawab para anjing dengan semangat. Saat Daisy memberi makan 3 anjingnya Jilly lah yang yang paling tidak sopan saat memakan makanan jatahnya. Daisy hanya bisa geleng geleng kepala saja melihat Jilly seperti itu.

Suatu hari Mama Lucy, Mamanya Daisy menaruh kaus kakinya di depan teras. “Daisy!!! buang Jilly anjing nakal itu! Dia sudah memakan kaus kaki Mama!!” teriak Mama Lucy emosi. “Ta..ta..tapi Ma! Eeeuuh eee jangan Ma!! Aku janji akan mengajari Jilly.. janji Maa” jawab Daisy sedih. “Tapi, kalau Anjingmu terus seperti itu, Mama akan masukan Jilly ke Sekolah Binatang!!” ancam Mama Lucy. “Jangan Ma.” jawab Daisy. “Tidak ada tapi tapian jangan janganan!” teriak Mama Lucy. “Baiklaah..” jawab Daisy terpaksa.

“Jilly, kamu harus baik baik yaa biar kamu nggak di masukan ke Sekolah Binatang sama Mamaku!” Curhat Daisy ke Jilly. “Jilly, aku tinggal dulu yaa!” pamit Daisy. “Waaah kalau Aku nakal, Aku jadi di sayang! Aku nakal terus aaah.” gumam Jilly.

Beberapa waktu yang sudah disediakan Mama Lucy untuk melatih Jilly telah usai. “Daisy, saatnya kamu membawa Jilly ke Sekolah Binatang!” teriak Mama Lucy. “Hueh.. euh.. i..iya Maa” jawab Daisy gugup. “Yuk, Mama antar!” ajak Mama Lucy. “I..iya Maa” balas Daisy. Di mobil, Jilly sedang di elus elus oleh Daisy, Jilly makin yakin bahwa kalau ia nakal pasti ia akan di sayang! “Sudah sampai Daisy sayang,” ucap Mama. “he-euh Ma..” balas Daisy sedih. “Ayo daftarkan Jilly!” teriak Mama Lucy bersemangat. “Baik, Maa”