Cerita Anak Islami

Kemudian orang kedua berdoa, “Ya ALLAH, dulu hamba mempunyai saudara sepupu wanita yang cantik. Tak ada orang yang lebih hamba cintai dari dia. Hamba terus membujuknya supaya ia juga menyayangi hamba, tetapi dia menolak.

Hingga datanglah musim kemarau panjang yang susah. Saudara sepupuku itu datang menemui hamba untuk meminta bantuan.

Hamba katakan kepadanya ‘Aku akan memberimu cincin emas seharga seratus dua puluh dinar jika engkau mau mencintaiku.’

“Ia tampak ragu, lalu akhirnya mengangguk walaupun aku tahu itu dilakukanya dengan sangat berat hati. Namun, ketika aku akan menyentuh tanganya, ia berkata, ‘Takutlah kepada ALLAH, wahai sepupuku. Janganlah engkau gunakan cincin ini kecuali sesuai dengan haknya.’

“Mendengar ia berkata begitu, aku terdiam dan kepalaku dipenuhi rasa takut berbuat zhalim. Tanpa berkata-kata, kutinggalkan dia. Sampai kini, hamba tetap mencintainya, bahkan lebih besar dari sebelumnya. Namun, sejak itu hamba tidak lagi berusaha membujuknya untuk mencintai hamba dan hamba relakan cincin emas milik hamba itu untuknya. Ya ALLAH jika hamba melakukanya karena mengharap ridha-Mu, maka lepaskanlah kami dari musibah ini.”

Seketika, batu itu bergeser lagi, tetapi masih belum cukup untuk bisa keluar.