Cerita Anak Islami

Maka, mulailah salah seorang berdoa, “Ya ALLAH, dulu hamba mempunyai bapak dan ibu yang sudah tua renta. Hamba sangat sayang dan menghormati mereka sehingga senantiasa keduanya hamba dahulukan dibandingkan keluarga dan anak-anak hamba sendiri.

Setiap hari, hamba memberi keduanya susu sebelum memberi minum keluarga dan anak-anak hamba. Pada suatu hari karena pekerjaan hamba mencari kayu, hamba pergi terlampau jauh sehingga tidak bisa pulang cepat secepat biasanya. Ayah dan ibu hamba itu sampai tertidur menunggu kedatangan hamba.

Sampai di rumah, hamba langsung memerah susu untuk mereka, tetapi keduanya masih tertidur pulas. Rasa sayang di hati hamba membuat segan membangunkan mereka, namun hamba juga tidak mau melanggar kebiasaan hamba dengan memberi susu lebih dahulu kepada keluarga dan anak-anak hamba. Maka, hamba memutuskan untuk tetap menunggu kedua orangtua hamba itu terbangun.

“Dengan penuh kasih, hamba tatapi wajah mereka yang tengah tidur pulas dengan tetap memegang kendi berisi susu hingga fajar mulai menerangi cakrawala. Saat itu, anak – anak hamba yang belum makan dari kemarin, merintih kelaparan. Mereka merajuk di kaki hamba, meminta susu yang sudah menjadi jatah mereka setiap hari.

Namun, hamba tetap bergeming sampai akhirnya kedua orangtua hamba bangun dan mereka bisa minum susu yang telah hamba sediakan. Ya ALLAH, jika menurut-Mu hamba melakukan hal itu demi mengharap keridhaan-Mu, maka lepaskanlah kami dari musibah ini.”

Tiba-tiba, batu penyumbat gua bergeser, tapi belum cukup untuk bisa keluar.