Indahnya Bersatu

“Pelangi, pelangi,…alangkah indahmu..merah, kuning, hijau..di langit yang biru…pelukismu agung…siapa gerangan..pelangi, pelangi, ciptaan Tuhan..” nyanyi Nayla. Suaranya merdu sekali. Semua orang suka mendengar nyanyian Nayla. Tiba-tiba, di langit yang penuh dengan kegelapan dan mendung menyimpan banyak uap air itu hendak datang disertai guntur dan kilat yang bersuara keras. Sepertinya sebentar lagi akan hujan lebat.

Di langit…

“Hei, aku-lah yang pertama dari kalian. Kalian semuanya selalu lambat dan terakhir…” sombong warna merah. “Hei..!! Aku-lah yang pertama!” seru warna jingga. “Hei..!! kalian sangat salah! Aku lah yang pertama datang!” seru warna kuning. Kata yang sama juga diucapkan hijau, biru, nila, dan ungu. “Kalian! Ayo kita bertengkar…!!!!!” ajak warna nila. “Hei!? Jangan coba-coba hina aku, ya!! Siapa takut? “Kalian memang musuhku, kalian memang jahat!” seru biru.

Mereka pun bertengkar satu sama lain. Tak ada satupun diantara mereka yang mau mengalah. Semuanya berkekuatan sama. Hanya saja, mereka saling mengejek dan suka bertengkar juga menghina. Tiba tiba saja, hujan datang sangaaattttt deras! Warna merah,jingga,kuning,hijau,biru,nila dan ungu mencari tempat berteduh. Hujan yang deras itu mengguyur kota tempat tinggal Nayla. yang pastinya aja, mereka masih kesusahan. Tiba-tiba, guntur dan kilat datang bersamaan. GREDESS, GREDESSS!!! Keras sekali suaranya, tak tertahankan.

“Wahai kalian! Jangan bertengkar! Bersatulah! Ayo menggandeng tangan satu sama lain hingga ujung sana! Jika tidak, awaslah kalian akan menerima semuanya yang sengsara dariku.” kata guntur dan kilat. “Baiklah! Kami akan bersatu.” “Nah..begitu! sangat indah bersatu. Bila berpisah, apa nanti jadinya?! Pelangi satupun tak muncul,” nasihat kilat.

“Ya, jika kalian bersatu, pelangi akan muncul dengan indah. Apalagi dengan hati yang ikhlas. Semua orang diciptakan berbeda-beda. Itu tujuan untuk hidup. Tak ada satupun manusia yang menyerupai satu sama lain. Semua pasti berbeda. Bila berbeda, itulah indahnya hidup. Berbeda dan bersatu, itu sangat mengasyikkan. Yang penting bukanlah perbedaan. Tetapi hati dalam juga kesatuan dalam suatu hal,” jelas guntur.

“Semuanya mungkin dapat terbaiki. Namun jika kamu telah mengerti tujuan hidupmu sendiri-sendiri. Semuanya akan berlangsung dengan indah jika kalian ingin bersatu. Kalian pun diciptakan Tuhan. Jangan sampai kau menghina atau mengejek! Berarti kalian tak menghargai sesama.” lanjut Kilat. “Bersatulah agar damai! Kedamaian sangat indah, seindah ketika kalian semua bersatu. Ya..pelangi!”

Mulai saat itu, pelangi menjadi sering muncul karena mereka terus menjalin persahabatan dengan damai, aman, tentram, dan bahagia. Sungguh menyenangkan!

Karya: Ratrya Khansa Amira <ratrya.khansa @gmail .com>