Impian Olive

Bibi berinisiatif menghubungi kedua orang tua Olive yang sedang berada di luar negeri untuk urusan bisnis. Mereka sangat panik dan cemas, akan tetapi belum dapat meninggalkan pekerjaannya saat itu. Bibi ditugaskan untuk menemani Olive di rumah sakit. Kondisi Olive semakin menurun, bibi sangat sedih melihatnya. Segera saja bibi memberi tahu perkembangan terakhir Olive kepada majikannya tersebut.

Rasa penyesalan, panik dan cemas serta kesedihan mendalam terlihat jelas dari kedua orang tua Olive. Sesampainya di rumah sakit mereka menangis melihat kondisi Olive yang terus saja menurun. Dokter menyarankan kedua Orang tua Olive untuk terus mendampinginya di saat-saat seperti itu. Kedua orang tua Olive memohon dan meminta kepada dokter untuk menyelamatkan nyawa putri mereka semata wayang.

Mama dan papa sadar akan kesalahan mereka, mereka meminta maaf dan bergantian membisikkan kalimat-kalimat lembut dan doa kepada Olive. Mereka senantiasa bergantian menjaga Olive bahkan rela menginap di rumah sakit demi kesembuhan putri tercinta mereka. Papa dan mama juga berjanji kepada Olive, pabila sembuh nanti mereka akan lebih bijaksana dalam membagi waktu dengan tetap mengutamakan Olive putri kesayangan mereka. Mereka juga berjanji akan mendampingi Olive saat olimpiade nanti seperti permintaan Olive.

Kekuatan cinta dan kasih serta doa dari kedua orang tua Olive yang membuat Olive bangun dari koma dan berangsur-angsur membaik. Anak-anak butuh perhatian lebih dari kedua orang tuanya, apalagi untuk anak seusia Olive yang masih sangat belia. Rasa tulus dan ucapkan terima kasih mereka juga tak lupa mereka haturkan kepada bibi yang selama ini sudah menjaga Olive dengan sangat baik.

Tiga bulan telah berlalu, kebahagiaan dan keceriaan Olive sudah kembali. Saat yang di nanti pun tiba, Olive dapat memenangkan Olimpiade Matematika tingkat Sekolah Dasar. Prestasi Olive menjadi kebanggaan guru dan kedua orang tuanya.

Olive berlari memeluk papa dan mamanya serta menghujani mereka dengan ciuman dan tidak lupa mengucapkan terima kasih karena papa dan mamanya menepati janji mereka untuk dapat membagi waktu dengan bijak dan hadir saat olimpiade berlangsung. Tiada kegembiraan yang dapat diucapkan dengan kata-kata, impian Olivia selama ini tercapai yaitu memenangkan olimpiade matematika dan juga kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuanya. Bibi yang selama ini mengasuh Olive pun ikut bersyukur karena Olive sudah menemukan kebahagiaan sejati bersama kedua orang tuanya yang mengasihi dan menyayanginya. Mereka semua termasuk bibi dengan penuh sukacita merayakan kemenangan Olive.

PENULIS: ERFIENA ANGGRAENI MALIKI
Email : erfiena @yahoo.com