Hantu Televisi

Siang itu sepulang sekolah, Nia langsung menuju rumah Shasa. Mereka akan berlatih percakapan dalam bahasa Inggris. Besok mereka harus mempraktekannya di depan kelas.

Setelah berlatih berulang kali, akhirnya mereka berhasil melakukan percakapan itu dengan benar.

“Aduh… Capeknya..” keluh Nia. Disandarkannya badannya di sofa sambil meluruskan kakinya.

“Sama. Aku juga capek,” kata Shasa. “Paling tidak nanti malam kita bisa sedikit santai. Mudah-mudahan besok kita dapat nilai bagus.”

“Oiya, mumpung tugas sudah selesai, nanti malam aku mau nonton televisi ah,” kata Nia.

“Asyik dong, aku sedang tidak bisa menonton televisi.”

“Loh, kenapa begitu?” tanya Nia.

“Televisiku sedang rusak,” jawab Shasa pendek.

Nia mengerutkan keningnya. Ditatapnya televisi yang ada di hadapan mereka. Masa’ sih? pikirnya tidak percaya. Diambilnya remote televisi kemudian ditekannya sebuah tombol.

“Tuuhh.. nyala.. tadi kamu bilang televisinya rusak.”

“Memang rusak, kok,” jawab Shasa. “Eh, kamu suka jus jambu gak?”

“Suka dong,” jawab Nia cepat.

“Sebentar ya, aku ambilkan.” Shasa bangkit dari duduknya dan beranjak ke arah dapur. Ditinggalkannya Nia yang kini asyik menonton televisi.

Di televisi sedang ditayangkan acara komedi. Sesekali terdengar tawa Nia. Tengah asyik menonton tiba-tiba televisi itu mendadak mati.