Hadiah Mesin Cuci

Silfa adalah anak yang sederhana dan baik hati. Dia anak ke 8 dari 7 kakaknya yang laki-laki semua. Ia juga punya 5 adik yang juga semuanya laki-laki. Semua kakak dan adiknya memiliki hobi yang sama yaitu main bola, meski mereka tau kalau ibu mereka sudah mulai tua dan tangannya tidak lagi mudah untuk mencuci. Silfa pun sering membantu ibunya.

Suatu ketika Silfa melihat tabungannya sudah penuh. Maka tabungan itu langsung dipecah, dan dihitung. Ternyata ada dua ratus ribu rupiah. “Sepertinya uang ini cukup untuk membeli mesin cuci,” kata Silfa sambil mengambil uang yang berjatuhan. Maka segeralah ia ke toko mesin cuci. Sesampainya di sana, “pak, berapa harga mesin cuci itu?” Tanya Silfa sambil menunjuk sebuah mesin cuci berwarna biru. “Harganya lima ratus ribu, modelnya bagus kan.” Jawab bapak itu sambil memegang mesin cuci itu. “Eh pak disini mesin cuci yang paling murah berapa ya?” Tanya Silfa penasaran. “Hmm harganya dua ratus dua belas ribu,” jawab bapak itu lagi. “Bisa dikurangi?” Silfa melanjutkan pertanyaannya. “Tidak,” jawab bapak itu tegas. “Tapi pak, saya Cuma bawa uang dua ratus ribu,” kata Silfa hampir menangis. “Tidak! Kalau kamu tidak jadi beli juga tidak apa-apa,” kata bapak itu kasar.

Saat Silfa hendak pulang ia bertemu nenek-nenek yang membawa hp, tapi ia meminta-minta. Saat Silfa berada di depan nenek itu, ia berkata, “nak.. nenek minta uang itu ya..” kata si nenek. “Ini,” jawab Silfa sambil menaruh semua uang miliknya di mangkuk si nenek. Saat Silfa hendak pulang si nenek berkata lagi, “eh nak lihat kesini deh,” pinta si nenek. Maka menghadaplah Silfa ke arah si nenek “Diam ya… nenek mau foto kamu, satu..dua..tiga!” Ujar si nenek. Sehabis difoto, si nenek kembali bicara “eh nak siapa namamu? Dan dimana rumahmu?” Tanya si nenek. “Nama saya Silfa, rumah saya di situ,” jawab Silfa sambil menunjuk sebuah rumah yang sederhana. “Oo…” mulut si nenek berbentuk bulat.