Sawo Matang Rara

“Kalau semua orang berkulit putih nanti malah jadi lucu dong, Ra,” kata Ibu. “Coba deh Rara bayangkan, seisi dunia ini kulitnya putih semua.. wahhh… Bosan kan? Justru karena ada yang berkulit putih dan ada yang berkulit gelap maka dunia ini jadi tidak membosankan,” Ibu menjelaskan panjang lebar.

Rara hanya diam kemudian beranjak masuk ke kamarnya. Sambil membawa piring berisi pisang goreng ke meja makan, Ibu sibuk mencari-cari cara agar Rara tidak lagi sedih dengan kulitnya yang sawo matang.

Hari Minggu siang, ibu mengajak Rara ke toko buku. Rara memang hobi membaca. Sebulan sekali ibu selalu membelikan buku baru untuk Rara.

“Eh, Ra, lihat deh tante yang berdiri di ujung rak. Cantik ya?” kata Ibu dengan suara pelan sambil mencolek lengan Rara. Rara memandang ke arah yang ditunjuk ibu kemudian menganggukkan kepalanya. “Padahal kulitnya sawo matang lohh..” kata Ibu lagi.

“Tuh, lihat.. Warna kulitnya sama seperti Rara kan?” Ibu melanjutkan kata-katanya. “Malah kelihatannya lebih gelap daripada warna kulit Rara.”

Rara kembali menganggukkan kepala.

“Coba deh Rara perhatikan baik-baik. Dia itu kan suka muncul di televisi.” Ibu kemudian menyebutkan sebuah acara yang ditayangkan di salah satu televisi swasta.

Mata Rara terbelalak kaget. “Eh, iya ya, Bu.. Kok kalau di televisi kelihatannya kulitnya putih..”

“Sebelum tampil di televisi itu kan di make-up dulu supaya terlihat cantik dan menarik,” Ibu menjelaskan. “Jadiii.. kalau di televisi terlihat putih dan cantik belum tentu aslinya seperti itu, Ra.”

Rara mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Nahh.. Coba sekarang Rara baca ini,” kata Ibu sambil menyodorkan sebuah majalah wanita. Di halaman yang terbuka itu tampak foto seorang fotomodel terkenal.

Dengan suara perlahan Rara mulai membaca bagian yang ditunjuk ibu.

… Aku tidak ingin berkulit putih. Aku justru bangga dengan kulitku yang sawo matang ini. Setiap kali ada majalah yang mencari model yang “Indonesia banget” mereka pasti ingat aku. Jadi kulit gelapku ini justru membawa keberuntungan bagiku..

Wajah Rara berubah menjadi cerah. “Nggg.. Rara nggak pengen lagi punya kulit putih, deh, Bu. Kaya’ gini juga gak apa-apa.”

Sambil tersenyum dan mencubit pipi Rara, ibu berkata, “Yang paling penting adalah Rara harus menjaga kebersihan kulit supaya kulit tetap sehat.”

“Oke deh, Bu!” kata Rara sambil tersenyum lebar.

Karya Erlita Pratiwi [erlitapratiwi @ cbn . net . id]