Cerita Anak Kelinci dan Kura Kura [Jangan Suka Meremehkan & Jangan Sombong]

cerita anak kelinci dan kura kura
Cerita Anak: Kelinci dan Kura Kura

Pernah dengar cerita anak Kelinci dan Kura kura?
Cerita ini punya pesan moral yang sangat mendidik.

Saking bagusnya, dari sekian cerita anak, cerita Kelinci dan Kura kura menjadi cerita anak (fabel) yang hikmahnya pantas direnungi juga oleh orang dewasa, gak cuma anak-anak.

Cerita anak ini sangat pas dibacakan saat anak kita mau tidur. Agar yang terekam di otak mereka adalah nilai yang baik & mulia dari cerita anak ini.

Cerita kelinci dan kura kura ini mengisahkan kehidupan hewan.
Langsung saja yuk Bundaaa 🙂


Dahulu kala di sebuah hutan belantara, tinggalah kerajaan hewan.
Semua hewan hidup saling berdampingan. Mulai dari singa sebagai raja hutan, sampai semut, anggota kerajaan yang paling kecil.

Setiap 1 tahun sekali seluruh hewan mengadakan pertemuan besar-besaran atas inisiatif sang singa. Pertemuan ini disebut paguyuban. Tibalah saatnya paguyuban tahun itu tiba.

Seluruh hewan berkumpul di tengah hutan. Salah satu agenda paguyuban adalah sesi sharing. Dimana pada agenda itu siapapun yang ingin menyampaikan kesan-pesan atau informasi seputar kehidupan hewan, dipersilakan.

Di acara paguyuban…

Si kelinci mengacungkan tangan sambil berkata “Dengarkan aku! aku ingin mengajukan tantangan!” suasana mendadak hening dan langsung seluruh mata tertuju pada kelinci.

“Silakan, wahai kelinci!” balas Singa.

“Kalian semua tau nggak, yang larinya paling cepat di hutan ini adalah aku?”
“Kalian sadar nggak, di hutan ini belum ada yang bisa ngalahin rekor kecepatan lariku?”

Tanya kelinci kepada seluruh yang hadir di paguyuban itu.

Seketika suasana hening berubah menjadi riuh, setiap hewan berbisik-bisik sambil bertanya-tanya…

“Aku jadi saksi si kelinci larinya emang cepet banget!”, sahut si jerapah.
“Aku berani taruhan, di hutan ini gak ada yang bisa ngalahin dia” jelas si serigala.

“Masa iya sih?” sanggah zebra.
“Aku belum percaya sampai aku melihat dengan mata kepala sendiri!” pungkas monyet, spontan.

“Kau gak percaya, nyet? mau bukti?” tanya balik si kelinci.
“Gini aja, aku tantang kau lomba lari denganku, berani nggak wahai monyet?” tanya kelinci angkuh.

“Hehe enggak deh, peace yaaa Cii….” jawab monyet sambil mengacungkan 2 jarinya ke atas.
“Hayoo ada yang berani adu lari denganku nggak?” tanya kelinci memastikan.

suasana semakin riuh, tapi tiba-tiba…

“Oii kelinci, aku terima tantanganmu!” sahut kura kura dengan tegas.
“Wkwkwk, kau yakin mau adu lari denganku?” tanya si kelinci julid…

“Hmmm aku akui larimu sangat cepat, tapi gak bisa dipungkiri aku gak takut adu lari denganmu.”

“Haha OK, besok yak kita adu. Kita lihat siapa yang akan menang!”

“Baik. Wahai seluruh jajaran hewan, perhatikan!”
“Besok kita akan menyaksikan perlombaan lari antara si kelinci dan si kura.

“Siapa yang menang, aku akan beri hadiah berupa medali emas!” titah sang raja singa..

“Wahhhh acara paguyuban pun berakhir, semua hewan kembali ke peraduanya masing2…
“Sambil disertai suara-suara hewan “siapa yang akan menang yaa?… tanya si semut pada kawan nya.
“Sudah pasti kelinci lah, kita lihat saja besok…”

Keesokan harinya…

Selanjutnya di cerita anak, keesokan harinya semua hewan berkumpul di tempat yang telah ditentukan,
semua hewan selain kelinci dan kura kura berdiri si sisi jalan jalur lari sebagai pononton sekaligus tim hore.

Gajah berkata, “Hmm kok kura kura berani yaa nantangin kelinci…”
“Gak tau deh” tukas zebra.

si kelinci & si kura saling berdiri berhadapan sebelum mengambil posisi di garis start.
si kura berkata, “Pelari terbaik lah yang bakal menang”.
“Ohh jelas itu dan pelari terbaik itu adalah aku” jawab kelinci angkuh.

Lalu kura kura mengajak kelinci berjabat tangan, namun kelinci tidak membalas jabatan tangan dari kura kura.

Bendera pisang pun dikibarkan oleh si monyet pertanda pertandingan dimulai!

“Jalanlah duluan, aku akan menyusul mu dalam sekejap.” kata si kelinci pada si kura.

Setelah si kura berjalan tidak cukup auh dari garis start, si kelinci langsung berlari sangat kencang, sampai-sampai setiap hewan yang dilewatinya kehilangan pandangan.

Di sisi lain, sang kura-kura juga muali berlari meskipun tetap saja sangat sangat lambat dibanding kelinci. Saking lambatnya sampai siput pun mendahului si kura kura. Hewan – hewan yang melihat itu hanya bisa menggeleng kepala sambil tertawa…

“Kau ini kura, ngapain pake nantangin kelinci segala, nyape-nyapein diri aja… gumam si kuda nil.
“Lihat tuh, sang kelinci udah gak kelihatan dari pandangan mata, atau mungkni dia udah sampe garis finish yaa, hahaha” ejek burung unta.

Melihat garis finish sudah di depan mata, sang kelinci menghentikan larinya dan menengok ke belakang. kelinci kepo, si kura udah sampe mana sih. Begitu dia menengok kebelakang,

“Apa?!” si Kura masih…

“Astaga! dia masih disitu, setahun kemudian belum tentu sampe ke titik aku kali!”
“Huaah, santuy dulu deh, aku sudah pasti menang ini. Nanti kalo dia udah di titik aku berada, baru aku lari lagi. Gak seru kalo aku langsung menang, kasih harapan aja dulu ke dia.”

si kelinci pun berteduh di bawah pohon, rebahan santuy, sambil nyemil wortel yang dipetik dari pohon didekatnya.

Sementara di sisi lain, kura kura tetap mengatur agar bisa berlari di kecepatan konstan…

si Kelinci benar-benar meremehkan kura-kura, angin sepoy-sepoy yang bertiup membuatnya mengantuk ditambah perutnya lumaya terisi oleh woertel, hingga akhirnya si kelinci pun tertidur…

Kura kura terus konsisten berlari, keringatnya sudah mengucur cukup deras sampai akhirnya ia berada di titik dimana si kelinci tertidur.

“Hehehe, rupanya kau disini kelinci, aku pamit duluan yaaa,” bisik kura-kura dalam hati.

Kelinci bermimpi ia sedang menggantungkan medali emas di lehernya dengan penuh bangga dan ia melihat wajah si kura sedih dan malu karna kalah dan ditertawakan banyak orang.

Dalam mimpi itu kelinci berkata pada si kura “kubilang juga apa, akulah yang paling cepat di hutan ini”

Semua hewan bertepuk tangan memberikan selamat kepada kelinci…

Lagi enak-enaknya bermimpi…

Saat itu juga si kelinci terbangun dari mimpinya oleh suara riuh tepuk tangan & teriakan dari para hewan yang sedang menyemangati si kura yang tinggal 3 langkah lagi menyentuh garis finish!

“Gak mungkin!” teriak kelinci yang kaget setengah mati ketika melihat si kura sudah jauh didepanya.
Kelinci langsung berlari sekencang-kencangnya yang dia bisa sampai akhirnya meyentuh garis finish juga!

Lalu siapakah yang menang??

Ternyata semua yang dilakukan kelinci sia-sia, burung hantu sebagai hakim garis menetapkan bahwa yang pertama kali menyentuh garis finsih adalah kaki si kura! jadi pemenangnya adalah si kura!

“Waaaaah selamat Kuraa! kau hebat sekali! kau mengalahkan si raja lari di hutan ini!”

“Prestasi banget! horeee! seluruh hewan langsung menyambut si kura dan mengelilinginya guna memberi selamat padanya…

Gak nyangka…

Sementara kelinci hanya terdiam, masih gak percaya atas apa yang ia lihat oleh mata kepalanya sendiri adalah kenyataan– ia dikalahkan si kura yang super lambat.

“Ini tidak mungkin, tidak mungkin!” kelinci malu sambil menundukkan kepala…

Acara perlombaan dilanjutkan dengan prosesi pemberian kalung emas.
ketika raja hendak menyematkan kalung emas tsb ke leher kura kura, tiba tiba kelinci berteriak sambil berlari ke arah kura kura.

“Tunggu! tunggu dulu!”

“Oiii kura, aku akui aku kalah dari mu, aku begitu meremehkan mu.
Selamat buat kamu! medali emas ini memang layak disematkan padamu.”

ketika si singa telah mengalungkan medali emas ini pada kura,
si kura berkata
“Oiii kelinci, medali emas ini lebih pantas disematkan ke leher mu, aku tidak butuh medali ini..”

“Oii kelinci, saat kau berbicara di paguyuban lalu, sebenarnya aku pun bersaksi bahwa kau lah yang tercepat di hutan ini…”

Tapi begitu kau bersikap pongah & menyudutkan hewan lain, aku mantap untuk adu lari denganmu, bahkan aku sudah sangat siap kalau aku kalah. Karna memang jelas aku lebih lambat dari kecepatan lari mu…”

“Iya maafkan aku, aku ngaku salah… lewat perlombaan ini aku sadar, sikap sombong dan meremehkan bisa jadi bumerang buat diri sendiri.. dan aku tidak akan sombong dan meremehkan lagi…
Makasih banget yaa Kura..”

Berkat kerendahan hati sang kura, sang kelinci memeluk kura karna berkat si kura lah, si kelinci mendapat pelarjaran hidup yang sangat berharga.

Semua hewan bertpeuk tangan dan sangat bersuka cita atas apa yang mereka lihat, mereka tidak menduga semuanya akan berakhir seperti ini 🙂

Cerita selesai.

 


Pesan Moral:

1. Jangalah sekali-kali kita terlalu percaya diri, karna akan menghasilkan sikap meremehkan. Tantangan sekecil apapun, bisa gagal kita eksekusi kalau kita bersikap meremehkan.

2. Jauhilah sifat sombong, karna kita semua adalah mahluk. Sementara sifat sombong hanya berhak ‘dipakai’ oleh Tuhan semesta alam, Yang Maha Esa.

3. Jauhilah sifat merendahkan orang lain. Karna setiap mahluk diciptakan dengan kelebeihan dan kekuranganya masing-masing.

 

Mau Cerita Anak disertai pesan moral lainya, klik
Cerita Dongeng Anak