Cahaya Itu Adelia

Setelah rumah selesai direnovasi, pihak developer mengajak kembali keluarga Akasia kembali ke rumahnya. Mereka terkejut sudah banyak orang yang berkumpul di rumahnya. Mereka melihat ada sebuah bangunan yang masih di tutup oleh kain putih besar. Pihak developer menyuruh mereka membuka perlahan-lahan kain putih tersebut. Alangkah terkejut dan bahagianya mereka, rumah mereka yang gubuk berubah menjadi sebuah rumah yang indah yang di lengkapi dengan segala isinya. Keluarga Akasia tak kuasa menahan haru dan menanyakan siapa orang yang sudah mendaftarkan mereka di program tersebut. Seorang gadis kecil bernama Cahaya yang mendaftarkannya, kata tim developer tersebut. Nama Cahaya sangat asing di telinga mereka, mereka tidak mengenalinya tapi mereka berharap bisa bertemu dengan Cahaya untuk mengucapkan terima kasih langsung.

Waktu pertemuan pun telah diatur oleh tim penyelenggara dan tim developer rumah, untuk mempertemukan antara pihak keluarga Akasia dan juga seorang gadis bernama Cahaya. Saatnya telah tiba, keluarga Akasia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Cahaya. Mereka sangat terkejut saat tahu yang datang adalah Adelia bersama kedua orang tuanya. Pihak penyelenggara menyampaikan kepada keluarga Akasia kalau Adelia alias Cahaya lah yang mendaftarkan mereka program tersebut. Akasia langsung berlari memeluk Adelia, sambil menangis haru mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya karena selama ini Adelia yang sudah membantunya mengubah kehidupan keluarga Akasia menjadi lebih baik.

Mulia sekali hati mu nak, begitu ujar ibunda Akasia, hanya rasa syukur dan ucapan terima kasih sebesar-besarnya yang dapat kami sampaikan kepada kamu atas bantuan kamu selama ini. Terpuji segala tindak baik mu nak, kami tak tahu membalasmu dengan cara apa. Adelia tidak minta balasan apa-apa, Adelia ikhlas melakukannya demi rasa kemanusiaan, ucap Adelia. Oh iya, Adelia punya satu kejutan lagi, kali ini biar papa yang sampaikan, lanjut Adelia. Keluarga Akasia saling berpandang-pandangan, mereka tak mengira Adelia masih punya suatu kejutan untuk mereka.

Adelia, putri kesayangan saya meminta saya menyelidiki segala permasalahan yang terjadi di perusahaan ayah Akasia, serta dapat mengembalikan nama baik ayah Akasia. Setelah saya pelajari dan saya selidiki, Alhamdulillah saya berhasil mendapatkan kembali sertifikat yang telah di curi tersebut, dan para pelaku sudah tertangkap. Nama baik ayah Akasia pun sudah di pulihkan. ” Ini sertifikat nya, tolong disimpan baik-baik.” Ayah Akasia tak kuasa menahan haru, rasa syukur dan ucapan terima kasih yang dapat di ucapkan. Papa Adelia kemudian melanjutkan, bapak harus merintis lagi pelan-pelan, karena perusahaan tersebut terancam bangkrut sudah di salah gunakan. Tapi bapak jangan khawatir, saya janji akan kasih dukungan penuh ke perusahaan bapak sampai bisa berdiri sendiri seperti dulu.

Alhamdulillah Ya Allah.. Alhamdulillah Ya Allah..

Akasia berbisik kepada Adelia, makasih banyak ya kak atas segala bantuan kakak ke kami, tanpa kakak entah apa jadinya kami sekarang ini. Adelia tersenyum dan balas berbisik ” We Are Best Friend Forever . ” Akasia menggangguk tanda setuju.

PENULIS: ERFIENA ANGGRAENI MALIKI
Email : erfiena @yahoo.com