Cahaya Itu Adelia

Adelia
Kamu gadis kecil yang tadi pagi berdiri mematung memperhatikan sekolah aku kan?

Gadis Kecil
Kakak sekolah di sekolah keren itu ya?

Adelia mengangguk mendengar ucapan dari gadis kecil tersebut. Lalu gadis kecil itu melanjutkan ceritanya.

Gadis Kecil
Andai saja aku bisa seperti kakak, dapat bersekolah di sekolah yang bagus itu dan tidak menghabiskan waktu aku di jalanan.

Adelia
Memangnya kamu sekolah dimana?

Gadis Kecil
Aku tidak sekolah kak, orang tua aku tidak punya biaya. Sehari-harinya aku mengamen untuk membantu meringankan kedua orang tua ku.

Adelia
Memangnya ayah dan ibu kamu bekerja sebagai apa?

Gadis Kecil
Ayah pemulung, sedangkan ibu tidak bekerja dan sakit-sakitan.

Adelia terenyuh mendengar cerita gadis kecil tersebut, ia merasa bersyukur mempunyai kehidupan yang jauh lebih baik dari gadis kecil tersebut. Adelia berjanji pada dirinya sendiri untuk terus rajin belajar dan dapat menghargai waktu yang ada.

Adelia
Rumah kamu dimana? Biar kakak antar kamu pulang.

Gadis Kecil
Makasih kak, rumah aku sudah dekat dari sini. Biar aku turun disini saja kak.

Adelia
Kenapa?

Gadis Kecil
Aku malu kak, rumah aku gubuk.

Adelia tersenyum mendengar ucapan gadis kecil tersebut. Adelia akhirnya berhasil membujuk gadis kecil tersebut supaya mau di antar sampai ke rumahnya. Adelia melihat rumah gubuk sederhana yang sudah tidak layak untuk di huni. Disana Adelia baru tau kalau sebenarnya gadis kecil yang bernama Akasia adalah seorang pelajar terbaik peraih beasiswa di sekolahnya sebelum ayahnya mengalami kebangkrutan dan jatuh miskin karena di fitnah. Didalam hati kecil Adelia bertekad untuk membantu meringankan beban keluarga gadis kecil tersebut dan mengembalikannya ke sekolah.