Cahaya Itu Adelia

Bel sekolah berbunyi menandakan waktu belajar sudah di mulai, pintu gerbang sekolah segera di tutup oleh penjaga sekolah. Hiruk – pikuk, riuh – rendah suara anak-anak terdengar jelas saat memasuki kelas mereka masing-masing. Para guru segera melaksanakan kewajiban dan tugasnya untuk mengajar sesuai bidangnya di masing-masing kelas.

Pagi itu Adelia terlambat datang ke sekolah. Sesampainya di sekolah pintu gerbang sudah terkunci. Adelia harus menunggu satu jam pelajaran usai baru dapat masuk ke dalam sekolahnya. Adelia mendapatkan hukuman berdiri di luar kelas untuk satu jam pelajaran berikutnya karena sudah terlambat datang ke sekolah, dan di haruskan menulis kalimat ” saya berjanji tidak akan datang terlambat ke sekolah ” sebanyak dua
lembar. Terbuang sudah dua jam mata pelajaran Adelia pagi itu.

Dari kejauhan tampak seorang gadis kecil sedang memperhatikan sekolah Adelia, bajunya lusuh dan kotor sekali. Adelia yang kala itu sedang berada di luar kelas memperhatikan dengan seksama gadis kecil tersebut. Adelia yang tidak dapat menyembunyikan rasa penasarannya bertekad sepulang sekolah nanti akan menemui gadis kecil tersebut dan menanyakannya kenapa dia memperhatikan sekolah Adelia dengan seksama.

Saat yang di tunggu oleh Adelia pun tiba, bel tanda berakhirnya pelajaran sudah berbunyi. Setelah merapihkan semua buku-bukunya, Adelia bergegas keluar guna mencari dan menemui gadis kecil tersebut. Akan tetapi gadis kecil tersebut sudah tidak ada di sekitar sekolah Adelia. Tak lama berselang datang lah mobil yang menjemput Adelia. Adelia meninggalkan sekolahannya masih dengan rasa penasaran dan kecewa karena tidak dapat menemui gadis kecil tersebut.

Dalam perjalanan menuju rumahnya Adelia melihat dari belakang ada seorang gadis kecil yang sedang mengamen di lampu merah dari satu mobil ke mobil berikutnya. Adelia terkejut di buatnya saat mengetahui pengamen tersebut adalah gadis kecil yang sedang si carinya. Segera Adelia membuka pintu mobil dan mengajaknya masuk ke dalam mobil. Pak Maman sopir Adelia di buat terkejut sekaligus kagum oleh sikap Adelia yang terpuji tersebut. Gadis kecil tersebut sangat kebingungan, akan tetapi dia menuruti keinginan Adelia untuk masuk kedalam mobil. Kemudian Adelia mulai membuka percakapan dengan gadis kecil tersebut, tampak jelas gadis kecil tersebut memperhatikan Adelia.