Perkataan #1
“KAMU ITU …!”


Saat Bunda/Ayah kelelahan/kesal pada anak, lagi khilaf lalu terlontar dari mulut Bunda/Ayah perkataan negatif yang bersifat labeling alias "men-cap" anak, misalnya:

"Kamu itu cengeng banget, sih!"
"Kamu itu nakal tau gak!"
"Kamu itu malas, ya!"
"Kamu itu pelupa, deh."

dan kalimat labeling negatif lainnya...

Kedengarannya cuma kaya kalimat biasa, bahkan sudah terbiasa juga untuk dilontarkan pada anak.

Tapi,,
Bunda/Ayah tau, nggak?
Kalimat labeling yg dianggap BIASA itu, bisa bikin mental si anak SENGSARA 😕

Nah, loh...
Kenapa bisa begitu?


Fakta & Solusi

Pengaruh Suara ibu pada anak


Fakta:

1️⃣. Di dalam otak manusia ada bagian yang namanya hipokampus. Ia bertugas menyimpan apapun yang dilihat/didengar tanpa disaring baik/buruknya.

Ibarat komputer, hipokampus ini bisa menyimpan sebuah kata yang sewaktu-waktu bisa dibuka lagi "file" nya.

Kalau Bunda/Ayah berkata-kata negatif (berisik, cengeng, nakal),
kata-kata itulah yang diingat & diucapkan oleh si anak.

Maka jangan heran Bun/Yah kalau ada anak kecil dengan gampangnya ngomong
bab*, anjin*, goblo*, dll tanpa rasa bersalah bahkan jadi lelucon orang di sekitarnya.

Bisa dipastikan lingkunganya lah yang "mengajarkan" kosa kata itu.


2️⃣. Parahnya kalo perkataan negatif itu terus didengar oleh si anak, kata-kata itu bisa menjadi watak si anak (internalisasi).

Kalau sudah jadi watak, sudah susah dirubahnya.

"Ucapan adalah doa".


 

Jadi, seharusnya gimana?


1️⃣. Pastikan yang keluar dari mulut Bunda/Ayah selalu perkataan positif (rajin, sholeh, cerdas, ganteng, kaya, dll).
Kalau Bunda terlanjur emosi, tetap ucapkan kata positif, meskipun ngucapinya sambil nada kesal.

Atau jauh lebih baik → DIAM (kalau Bunda/Ayah masih bisa meredam emosi).

2️⃣. Jauhkan si anak dari teman /lingkungan yang biasa melontarkan kata-kata buruk atau menganggapnya sebagai candaan.

3️⃣. Jika Bunda/Ayah ingin mengubah tingkah laku si kecil, katakan secara jelas & spesifik apa yang sebaiknya ia lakukan & tidak ia lakukan TANPA memberi label negatif untuknya.

Contoh:
❌  Kamu itu males banget naruh gelas doang!
✅  Nak, habis minum gelasnya taruh lagi disini.

❌  Kamu itu berantakiiin aja kerjaanya, mama pusing deh!
✅  Nak, kalau sudah main nya, rapihkan lagi yaa. 

❌  Kamu itu ngelawan trus, bikin emosi!
✅  Nak, kalau ibu nasihatin, nurut yaa.


----------


Untuk Perkataan #2 - #15 supaya tidak terlalu panjang → klik tombol Halaman Selanjutnya 👇

Tolong masukkan alamat email Bunda/Ayah juga yaa. Terima Kasih 🙂