Gagak Sang Pembohong [Jangan Berbohong Meski Cuma Bercanda]

Gagak si Pembohong
Cerita Anak: Gagak sang Pembohong

15 Cara Ngobrol dengan Balita yang Gak Bikin Mental Anak down + Gak Nguras Waktu Tidur Bunda~
Klik → disini.

Pernah dengar cerita anak Gagak Sang Pembohong?
Cerita ini sangat terkenal karna pesan moral didalamnya.

Saking bagusnya, dari sekian cerita anak, cerita Gagak Sang Pembohong menjadi cerita anak favorit yang masuk pembelajaran di sekolah-sekolah.

Cerita ini sangat pas dibacakan kepada anak kita sebagai pengiring tidur.

Cerita anak ini mengisahkan kehidupan lima sekawan hewan.
Langsung saja yuk.


Pada suatu hari di hutan belantara, tinggalah lima hewan serangkai.
Mereka adalah si gagak, si rusa, si gajah, si jerapah, dan si kancil.

Mereka berlima sepakat tinggal berdekatan supaya bisa mencari makan bersama-sama pada pagi hari, siang hari ataupun malam hari.

Pada suatu dini hari (subuh-subuh), tidak seperti biasanya, gagak pergi lebih dulu mencari makan ke tengah hutan sekaligus jalan-jalan tanpa mengajak siapapun.

Gagak mengepakkan sayapnya meninggalkan peraduanya, sementara teman yang lain masih tertidur kecuali si rusa.

“Oii Gak, pagi-pagi banget berangkatnya, mau ngapain sih? tanya si Rusa.
“Mau cari cemilan buat ganjel, habis aku lapar banget Saa, sekalian jalan-jalan santai juga… jawab si Gagak.

Sesampainya di tengah hutan tidak jauh dari tempat peraduanya, gagak menemukan beberapa buah kecapi lalu ia santap dengan lahap.

“Hmmmm yaammmm enak juga nyemil subuh-subuh…”

Buah demi buah habis Gagak santap dengan nikmatnya.
Tidak cukup kecapi, Gagak juga berburu cacing tanah…

“Hmmm rasa spagethi, enak bangett!”

Setelah dirasa cukup kenyang, gagak terbang ke tempat lebih tinggi agar bisa melihat dari atas… ia penasaran apakah teman-temannya sudah bangun?

Dan ternyata masih tertidur termasuk rusa.

“Lho kok Rusa tidur lagi, haduhhhh dehhh…”

Selanjutnya dalam cerita Gagak Sang Pembohong,

Gagak mulai usil…

Melihat teman nya masih tidur, Gagak ingin buat kejutan sekaligus mengerjai ke-empat temanya dengan maksud bercanda.

Gagak lalu mengepakkan sayapnya turun ke tanah. Begitu sampai di tanah ia berteriak keras dengan suara melengkingnya,

“Kebakaran!!! Kebakaran!!!
Rusa, Gajah, Kancil, Jerapah tolong aku!
Ada kebakaran! Tolong!”

Suara gagak terdengar oleh si Rusa…

“Aku yakin itu suara si Gagak!”
si rusa langsung membangunkan gajah, jerapah dan juga kancil.

“Bangun Gaes!”
“Kalian dengar kan, itu suara si gagak!”
ucap si rusa sambil menunjuk ke tengah hutan.

“Gagak dalam bahaya, kita harus selamatkan dia!” tegas Rusa.

“Ayo! tancap gas!” balas ketiga teman nya.

Mereka lawan rasa kantuk demi menyelamatkan teman yang satu ini.

Mereka berlari sekencangnya sampai akhirnya tiba di sumber suara dan ternyata yang mereka lihat cuma si Gagak, berdiri tegak di atas tanah…

“Gak kamu baik-baik aja?” tanya si Kancil heran…
“Dimana kebakaranya? Mana apinya?!” tanya si Gajah dengan nafas masih terengah…

Melihat raut panik sambil ngos-ngosan dari teman-teman nya,
Gagak langsung tertawa terbahak-bahak!

“Hahahahaha!!! Tipu dikit, manjur!

“Aku baik-baik saja, gak ada kebakaran kok, cuma bercanda hahaha!”
“Sampe keringetan segala, lucu banget dah kalian! wkwkwkwk!” tambah si Gagak.

si Kancil berkata sambil menggerutu,
“Pantesan! aku sebenarnya udah curiga, kok kebakaran tapi gak ada asapnya! Huh!”

“Sudah capek-capek lawan ngantuk ternyata bercanda! Ahh elah! si Jerapah menimpali dengan kesal…

“Tega kamu Gak, kita gerak cepat demi nyelamatkan kamu…
“kalau kamu bukan teman baik, kita ogah kaya gini…” tutup si rusa.

Si Gajah hanya terdiam, tapi tampak sekali raut kecewa di wajahnya menahan kesal.
Akhirnya mereka berempat berbalik badan dan meninggalkan gagak sendirian di belakang…

“Hahahah bercanda doang yaelahhh… gitu aja ngambek heuheu” tukas si Gagak.
Gagak lalu mengikuti mereka untuk kembali ke tempat peraduan mereka.

Tak lama berselang, mentari mulai naik dan mereka melakuan aktivitas seperti biasa.

Keesokan harinya…

Mereka bangun pagi seperti biasa lalu mencari makan bersama-sama.

Karna tidak menemukan buah kecapi yang matang, gagak terpaksa meninggalkan rombongan teman-temanya lalu pergi ke tengah hutan yang berlokasi lebih jauh dari tempat mereka biasa mencari makan.

Karna tidak ketemu juga kecapinya, gagak memutuskan terbang tinggi ke puncak pohon persik. Yang membuatnya semakin jauh dari rombongan teman-temanya…

Si Gagak tengah diincar…

Tanpa disadari, ternyata dari atas bukit, tidak jauh dari puncak pohon persik, ada seekor elang yang memantau gagak dan bersiap-siap memangsanya.

Elang terbang secara perlahan mendekati gagak, pada jarak kira-kira 500 meter,
Gagak yang asyik menyantap buah persik baru sadar ada elang yang terbang kencang ke arahnya,

Gagak kaget setengah mati, ia sontak langsung terbang menjauhi elang menuju ke tempat teman-temanya berada…

Apa daya, elang sudah terlanjur dekat lalu mencakar serta mencengkram sayap gagak.
Gagak langsung berontak sehingga lepas dari cengkraman elang,

Tapi, cengkraman elang tadi menyebabkan sayap gagak terkoyak dan berterbangan di udara…
Elang terus mengejar gagak yang berusaha kabur…

Lalu Gagak berteriak lantang…

“Tolong!! ada Elang mau memakanku!
Jerapah, Gajah, Kancil, Rusa tolong aku, tolong!!”

Mendengar teriakan gagak, si rusa berkata dengan santai,
“Gak usah panik gaes, paling dia cuma bercanda…”

“Betul, paling kita cuma diketawain lagi…”
si jerapah menambahkan.

Tak ada satupun yang beranjak pergi menolong gagak…
Sementara gagak terus berusaha menghindari terkaman elang sambil terus berteriak…

Di sisi lain, si kancil merasa ada yang aneh, meski yang diucapkan teman-temanya itu masuk akal..
“Kalau memang bercanda, kenapa suara gagak merintih sekali…” pikirnya.

Si kancil akhirnya bergegas ke tengah hutan untuk mencaritau lalu tanpa disengaja wajahnya kejatuhan bulu sayap si gagak.

“Hah! ini bulu si gagak!” ia lalu melihat ke atas langit dan melihat gagak benar-benar sedang dikejar elang.

Si kancil kembali ke tempat teman-temannya dan menujukkan bulu gagak sambil berkata,

“Gaes! Gagak tidak berbohong, dia benar-benar butuh bantuan kita!
Kalau kita tidak segera pergi, ia bisa tewas di tangan elang!

Rusa, Gajah, & Jerapah bangkit dan berlari mengikuti si kancil yang menunjukkan TKP.

Gagak mulai sempoyongan lalu jatuh menuju tanah, elang lalu menukik ke arah gagak untuk menyambar tubuh gagak…

Gagak hampir mati

“Bukkk…”
Tubuh Gagak jatuh ke tanah. Untungnya, di saat yang bersamaan keempat temannya tiba dan langsung menghampiri gagak yang terkulai lemas di tanah.

Mereka berempat mengitari tubuh gagak sambil menyoraki elang agar gagak terlindung dari terkaman elang.

Karna sudah terlalu dekat, elang membelokkan arah terkamanya dan malah menabrak telinga si Gajah,
lalu Gajah menghempaskan daun telinganya yang membuat elang terlempar jauh ke depan…

Melihat kalah jumlah, elang langsung terbang jauh meninggalkan mereka berlima.

“Gagak kau masih hidup kan?
“Banyak sekali bulunya yang terkoyak!” tanya si kancil panik…

“Lihat darahnya cukup banyak!” tunjuk si jerapah…
“Maafin kami tidak menghiraukan teriakanmu Gak, kukira kau akan menertawai kita lagi”
sahut si gajah menyesal…

Dengan lemas gagak berkata,
“Tenang, ini gak seberapa kok,
Makasih banget Gaess udah mau nolong…”

“Anggap saja luka ini untuk menebus dustaku terhadap kalian kemarin…”

“Maafin aku gaess, aku sangat menyesal, maafin aku…”
Gagak menundukkan kepala sambil menitikkan air mata…

“Sudah Gak sudah, sudah kami maafkan,
“Yang penting sekarang lukamu harus segera diobati…” saran si jerapah.

“Iya benar ayo kita pulang, ajak si kancil…
“Naiklah ke pundakku Gak” pinta si rusa.

Akhirnya, mereka berlima pergi meninggalkan lokasi dibawah terik sang mentari…

Sejak saat itu, Gagak tidak pernah berniat untuk membohongi teman-teman nya lagi…

CERITA SELESAI.


Pesan Moral:

1. Jangan sekali-kali berbohong pada siapapun meski cuma bercanda.
Karna berbohong bisa merusak kepercayaan orang lain terhadap kita.
Ketika sudah tidak ada lagi yang percaya, nyawa kita bisa jadi taruhan nya.

2. Bantulah teman/saudara yang meminta tolong padamu.
Karna setiap pertolongan yang kita berikan akan berbalik ke diri kita sendiri.
Saat kita menolong orang lain sesungguhnya kita sedang menolong diri kita sendiri 🙂

Bacakan Cerita Anak penuh makna lainya, klik
Cerita Dongeng Anak


Kenali 15 Perkataan yang secara gak sadar ‘meruntuhkan’ mental si anak. Klik disini.


 

Cerita Dongeng Anak| Semut Dan Jangkrik yang Sombong

jangkrik dan semut

Cerita Dongeng Anak| Semut Dan Jangkrik yang Sombong, Pada suatu hari diperkampungan hewan didesa permata, terdapat pasangan semut yang hidup rukun dan bahagia. Keluarga semut itu mempunyai anak yang perempuan yang cantik yang bernama sinta. Pada saat itu warga kampung permata dihebohkan sebuah kabar buruk, yang mana kampung permata tersebut akan datang sebuah bencana banjir yang sangat dahsyat bila musim hujan tiba. Seluruh warga kampung permata sangat panik dan takut mendengar kabar itu, dengan cepat seluruh warga mengambil harta benda mereka untuk diamankan ketempat yang aman dari banjir.

Ada satu hewan yang sangat keras kepala dan sombong, tidak mempercayai kabar akan kedatangan banjir tersebut, yaitu jangkrik. Sedangkan Sinta dan keluarganya tengah sibuk untuk mengamankan harta benda mereka dari banjir dahsyat bila musim hujan tiba nanti. Seekor Jangkrik pun mendekati Sinta dengan rasa tenang. “Selamat Pagi Sinta! Apa yang sedang kau lakukan? banyak sekali barang-barang yang akan kau bawa, Seperti mau pindah rumah!” Kata jangkrik melihat sinta yang sedang sibuk.

“Iya …Memang benar kata mu jangkrik, Aku dan keluarga ku ingin mengungsi ke suatu tempat yang aman” Jawab Sinta. “Ngungsi ke tempat yang aman? Emangnya ada apa masalah apa, pakai mau ngungsi segala? Bukannya disini sudah aman..Hahahaha” Tawa Si Jangkrik. “Jangkrik….Sebentar lagi akan memasuki musim penghujan, dan apabila musim hujan tiba, tempat kampung ini akan terjadi banjir yang sangat dahsyat. Makanya saya dan keluargaku sudah berjaga-jaga sebelum musim hujan itu tiba dan terjadi banjir. Lagi pula, Berita akan terjadinya banjir yang sangat dahsyat di kampung kita ini sudah tersebar” Jelas Sinta kepada jangkrik.

Selanjutnya :

Cerita Dongeng ikan Mas Dan Pemuda

Dongeng ikan MasCerita Dongeng ikan Mas Dan Pemuda , Dahulu kala, disebuah desa terpencil, tinggallah seorang pemuda dengan hidup yang berkecukupan. Hidupnya sangatlah sederhana. Pada suatu hari, pemuda itu memancing ikan di danau. Danau yang sebenarnya hanya sedikit ikannya. Namun karena untuk makan sendiri, memancing ikan yang sedikit sangatlah cukup untuk sehari harinya.
Hari yang terang membuat pemuda itu terlihat bosan mencari ikan. Namun suatu Ketika, pemuda itu melihat ikan yang melahap umpan nya. Namun dia merasa ada yang berbeda dengan ikan yang ia tangkap. Ikan itu berbeda dari ikan ikan yang pernah ia bawa kerumahnya. Ikan yang biasa langsung ia masak, berbeda dengan ikan yang kali ini dia tangkap. Ikan itu pun langsung disimpan disebuah tempat yang diisi air. Pemuda itu melihat ikan itu dengan kagum.

“aku akan memelihara ikan ini dengan baik” ucapnya sembari melihat ke ikan itu. Kini ikan yang ditangkap nya menjadi teman hidup. Setiap hari pemuda itu berbicara dengan ikan yang dipeliharanya. Namun suatu hari, saat pemuda itu tertidur, ikan itu berubah menjadi seorang putri yang sangat cantik. Putri itu memakai gaun yang sangat indah. Pemuda yang sedang terlelap tidur tiba tiba terbangun dan kaget melihat seorang putri yang sangat cantik ada dirumahnya. Pemuda itu juga ketakutan karena kehadiran sang putri yang tiba tiba.

“siapa kamu? Kenapa kamu ada disini?” pemuda itu dengan kaget. “jangan takut, aku adalah ikan yang kamu rawat selama ini” jawab sang putri. “jadi, kamu adalah siluman ikan?”. “aku adalah ikan mas”. Sang putri melihat pemuda itu sangat ketakutan karena kehadirannya. Sang putri pun berusaha untuk menjadikan pemuda itu tidak ketakutan lagi dengan selalu berlaku baik dan tersenyum kepada sang pemuda itu. Setiap hari sang putri menyambut, menyiapkan makanan untuk sang pemuda itu. Segala keperluan sang pemuda itu dipenuhi dengan baik oleh sang putri. Hingga akhir nya sang pemuda itu mulai merasakan sesuatu yang berbeda pada sang putri. Pemuda itu merasa nyaman dengan kehadiran putri yang cantik dan sangat baik. Sampai akhirnya sang pemuda menyatakan perasaannya pada sang putri.

Selanjutnya :

Tag:

Cerita Dongeng|Putri dari Hutan Bambu

Dongeng Putri BambuCerita Dongeng|Putri dari Hutan Bambu , Pada zaman dahulu, Dikaki Gunung Fuji tinggalah kakek tua bersama istrinya yang berada di sebuah pondok kecil. Kakek tua tersebut bernama Fujimoto. kakek tua tersebut menjalani hidupnya sehari-hari dengan serba sederhana. Kakek Fujimoto itu mendapatkan penghasilan sehari-hari dari hasil penjualan karyanya sendiri yaitu sebuah keranjang dari bambu aygn dianyam.

Pada suatu hari, kakek tua itu pergi ke hutan untuk mencari bambu, kakek tua itu melihat sesuatu yang berkilau di semak-semak. Dengan rasa penasaran, kakek itu mendekati benda berkilau itu, Setelah dilihat ternyata benda berkilau itu adalah sebuah batang bambu. Kakek itu pun langsung saja memotong bambu tersebut. Setelah bambu itu dipotong, kakek fujimoto itu terkejut melihat isi yang ada didalam rongga bambu itu, tampak seorang bayi perempuan yang cantik. Kakek fujimoto itu sangat gembira sekali. “Aku mencari bambu dihutan ini sudah lima puluh tahun, tetapi baru kali ini menemukan keajaiban!” Gumamnya.

Dengan sangat hati-hati, dia mengambil bayi itu untuk dibawa pulang. Istri kakek fujimoto itu sangat kaget ketika melihat bayi perempuan itu. “Akhirnya, kita tidak hanya berdua saja” kata istri fujimoto yang sangat bahagia dan terharu. Istri kakek fujimoto itu pun meletakkan bayi perempuan itu di sebuah keranjang bambu yang dilapisi kain yang sangat lembut. Hari demi hari Kakek dan Nenek itu merawat anak perempuan itu, Yang anehnya anak perempuan itu tumbuh sangat cepat. Dalam waktu beberapa bulan tubuh bayi perempuan itu tumbuh besar seperti gadis berusia 16 tahun. Nenek dan Kakek itu memberi nama anak perempuan itu dengan nama “Putri Bambu”. Mereka berdua sangat menyayangi dan mengagumi kecantikan Putri bambu itu. Putri bambu itu sangat rendah hati,dia selalu membantu membersihkan rumah, memasak, dan menanam bunga dihalaman rumah nenek fujimoto.

Selanjutnya :

Cerita Dongeng Anak Pendek |Nyamuk Yang Sombong

Nyamuk Yang Sombong

Cerita Dongeng Anak Pendek |Nyamuk Yang Sombong, Di Suatu Hari, Musim dan musim pun berganti dan tiba lah saat musim hujan, Dimana pada saat musim hujan itu banyak sekali air yang bergenang di dalam hutan. Genangan air itu terdapat pada lubang pohon, lekukan lubang tanah yang kecil dan besar dan bekas plastik-plastik sampah yang ada di hutan. nyamuk-nyamuk sangat menyukai genangan air tersebut. Maka dari itu jangan heran kalau di hutan itu banyak sekali nyamuknya, karena para nyamuk suka berkembang biak sangat cepat pada genangan air tersebut. Dari banyak nyamuk-nyamuk yang ada di hutan, ada seekor nyamuk yang sangat sombong. Nyamuk sombong itu sering kali melecehkan nyamuk-nyamuk yang lainya yang takut dengan hewan lainya.

Dengan sombongnya nyamuk itu berkata “Aku adalah hewan yang paling hebat dihutan ini, Aku memang bertubuh kecil tapi aku bisa dengan lincah bergerak terbang kesana kemari” Seharusnya hewan-hewan di hutan ini mengangkatku sebagai raja, bukan lah singa” Pikir nyamuk itu. terbesit niat sang nyamuk untuk menantang si raja rimba yaitu singa yang bergigi tajam. Nyamuk sombong itu berpikir kalau seandainya dia bisa mengalahkan si raja rimba itu, seluruh hewan-hewan yang ada di hutan ini akan selalu menghormatinya dan selalu menuruti apa pun yang dia perintahkan.

akhirnya dengan berani dan sombongnya nyamuk itu mendatangi singa yang sedang istirahat. “Hai Singa yang jelek, Kau tidak sekuat apa yang hewan lain katakan, aku ingin menantang mu untuk berkelahi dan ayo kita buktikan siapa yang pantas untuk jadi raja rimba di hutan ini, Aku atau dirimu singa jelek.” Ucap nyamuk. “Jikalau aku bisa mengalahkanmu, maka kau harus harus menuruti segala perintahku dan aku yang akan menjadi raja rimba di hutan ini, kau mengerti singa jelek.” seru nyamuk. Mendengar Ucapan nyamuk itu, jelas saja si hewan bergigi tajam itu langsung marah besar kepada si nyamuk yang sombong itu.

Selanjutnya :

Tag:

Cerita Fabel Singkat|Singa Dan Kelinci Yang Cerdik

singa dan kelinci yang cerdikCerita Fabel Singkat |Singa Dan Kelinci Yang Cerdik, Alkisah, Pada zaman dahulu di sebuah hutan yang dihuni banyak hewan-hewan, hidup lah binatang yang gagah, mempunyai gigi yang tajam yaitu singa. Singa itu sangatlah kejam kepada hewan -hewan lain, Dia sangat serakah dan sering membunuh binatang yang ditemuinya di hutan. Melihat kelakuan Singa tersebut hewan lain tidak tinggal diam, Para Hewan-hewan memutuskan berkumpul untuk berunding mendekati singa si raja rimba dengan membawa seekor binatang untuk dimakan oleh singa.

Setiap hari salah satu dari hewan-hewan itu bergiliran secara sukarela untuk dijadikan makanan sang raja hutan, walaupun itu sangatlah berat. Pada akhirnya yang akan dijadikan mangsa singa adalah giliran keluarga kelinci, keluarga kelinci itu memutuskan yang akan dijadikan makanan singa adalah kelinci yang paling tua diantara kelinci yang lain. kelinci tua itu sangatlah bijaksana, dan pada akhirnya kelinci tua itu memilih untuk berangkat sendirian, tidak usah ditemani untuk menemui singa. Singa yang ingin di temui pun sudah sangat tidak sabar untuk menyantap daging kelinci yang dia tunggu-tunggu.

Kelinci tua itu pun pergi menemui singa pada waktu matahari terbenam, singa sangat marah sekali kepada kelinci tua itu karena dia sudah lama menunggu kedatangan kelinci itu. “Kemana Saja kau kelinci Tua, jam segini baru datang..?” tanya singa sambil maraung. Dengan suara yang sangat perlahan dan tenang kelinci Tua yang bijaksana tersebut mengatakan alasanya kepada singa, Kenapa dirinya baru datang, keterlambatan nya itu bukanlah kesalahan dari dirinya. melainkan ada sekelompok kelinci muda yang datang menemuinya, tiba-tiba ada seekor singa lain datang dan langsung menyerang sekelompok kelinci tersebut, kelinci-kelinci lainya habis dimangsa singa itu kecuali dirinya. Kelinci tua tersebut menjelaskan kepada singa itu, entah bagaimana dirinya bisa selamat dari serangan singa tersebut sehingga bisa mencari tempat yang sangat aman.

Selanjutnya :

Tag:

Cerita Dongeng Fabel Seekor Kucing Dan Tikus

Cerita Dongeng Fabel Seekor Kucing Dan Tikus|Pada suatu hari, persahabatan binatang yang akrab yaitu seekor tikus dan kucing. kedua binatang tersebut sangat lah akur, mereka berdua tidak pernah bertengkar. Didalam kesehariannya mereka berdua selalu bersama. Setiap ada masalah mereka saling membantu. Ketika kucing lagi ada kesulitan, Tikus akan selalu siap membantunya. begitu juga sebaliknya ketika tikus lagi dalam keadaan bahaya, kucing akan selalu datang untuk membantu menyelamatkannya. Disuatu pagi hari yang cerah, tikus ingin mencari makan, ketika berada di luar tikus bertemu dengan seekor musang yang besar, musang tersebut ingin memangsa tikus karena musang sangat kelaparan. Kucing pun melihat musang tersebut yang ingin memangsa sahabat akrabnya. Dengan cepat kucing langsung mendekati tikus untuk melindungi dari musang yang lapar itu. Melihat keberadaan kucing akhirnya musang pun pergi meninggalkan tikus.

“Terima Kasih sahabat ku kucing, kau datang di waktu yang tepat dan telah menyelamatkanku”. Kata Tikus. “Iya sahabat ku tikus, sama sama… itu sudah akan menjadi kewajibanku untuk menolong sahabat ku sendiri. Sahabat ku tikus, untuk kedepannya kalau kau ingin keluar rumah atau berpergian, kau harus memberitahuku supaya aku bisa melindungi mu dari binatang yang ingin mangsamu” Kata kucing. “Baiklah Sahabatku kucing, lain kali aku akan memberitahumu kalau aku ingin berperpergian” kata Tikus.

“Tikus mari kita pulang, sepertinya keadaan disini sudah sangat tidak aman”. Ajak kucing kepada tikus. Tikus pun berjalan tepat berada di balakang sahabatnya, dan sudah tidak tahu lagi mau pergi kemana, dia percayakan kepada sahabatnya kucing. Ternyata ditengah perjalanan kucing mempunyai rencana jahat terhadap tikus, tikus pun tidak mengetahui hal tersebut. Tiba-tiba di sebuah batu besar kucing mengajak tikus untuk beristirahat sejenak. “Kucing… Kenapa kita tiba-tiba berhenti disini?” tanya tikus. “Tikus… kita beristirahat dulu disini sejenak, aku lelah sekali” Ajak kucing.

Selanjutnya :

Dongeng Kisah Cinta Burung Elang dan Ayam Betina

cerita burung dan ayam

Dongeng Kisah Cinta Burung Elang dan Ayam Betina, Pada jaman dahulu ada seekor burung elang yang gagah dan tampan, Burung elang tersebut Jatuh Hati kepada Ayam betina yang cantik jelita. Elang tersebut ingin sekali menikahi ayam betina itu. Akhirnya Ayam betina tersebut mau menerima cintanya burung elang dan setuju mau menikah dengan burung elang. Untuk menikahi ayam betina tidak lah mudah karena burung elang harus memenuhi syarat dari ayam betina. Syaratnya adalah Burung elang harus memberinya sayap kepada ayam betina, supaya ayam betina bisa terbang tinggi seperti burung elang.

Tanpa berpikir panjang lebar lagi, burung elang itu menyanggupi syarat yang di pinta oleh ayam betina untuk memberikan sayap kepadanya, dan sebagai tanda cintanya burung elang itu memberikan sebuah cincin kepada ayam betina. Brung elang itu menyuruh ayam betina agar bisa merawat cincin yang diberikanya itu, Dengan rasa gembira ayam betina itu langsung memakai cincin itu. Di esok hari, hari ayam jantan yang lagi asik berjalan bertemu dengan ayam betina. “Cincin siapa itu, dari mana kau dapatkan?” masih ingatkah dengan janji mu dulu untuk menjadi istriku? “Jangan kau pakai cincin dari pemberian orang lain, Buang cincin itu sekarang” Kata ayam jantan.

ternyata sebelum dengan burung elang, ayam betina sudah mempunyai janji dengan ayam jantan untuk menjadi suami istri. Ayam betina langsung membuang cinci pemberian dari burung elang itu dan langsung memberikan penjelasan kepada ayam jantan. selang beberapa waktu, burung elang semangat sekali ingin menemui ayam betina karena ia ingin memberikan sayap yang dia bawa itu kepada ayam betina, sayap yang indah dan menarik.Elang tersebut telah sampai menemui ayam betina, tapi ada yang aneh dari ayam betina, cincin yang diberikanya sebagai tanda cintanya waktu itu sudah tidak ada lagi pada ayam betina.

Selanjutnya :

Dongeng Srigala dan Tujuh Anak Domba

Dongeng Srigala dan tujuh anak domba

Dongeng Srigala dan Tujuh Anak Domba . Dahulu kala ada induk Domba dan ketujuh anak-anaknya yang masih sangat kecil, di sebuah hutan yang sangat hijau. Pada hari itu, induk Domba ingin mencari makanan untuk ke Tujuh anak-anaknya karena anaknya sudah merasa lapar, Ibu Domba itu Berkata kepada Anak-anaknya “Anak-anak ibu mau keluar sebentar untuk mencari makanan, berhati-hati lah dirumah saat ibu tidak ada. Dan yang sangat penting berhati-hatilah pada hewan yang jahat dan sangat rakus yang mempunyai suara parau dan kaki berwarna hitam yaitu Srigala. Srigala itu selalu mengintai kalian untuk makanan mereka. “Apakah kalian mengerti” kata ibu Domba.

Ia Mengerti, Ibu Jangan Khawatir. “Ibu Juga Berhati-hatilah diluar sana dan semoga selamat didalam perjalanan dengan membawakan kami makanan yang benyak dan lezat” “kata anak-anak Domba itu Menjawab pertanyaan ibunya”. “Baiklah, Ibu pergi Dulu Sampai Jumpa nanti” Ibu Domba pun pergi meninggalkan ke tujuh anaknya sambil mengembik.
Anak-anak Domba itu pun melambaikan tangan mereka kepada ibu mereka yang akan pergi mencari makanan di luar. setelah ibu domba itu pergi, Anak domba itu pun mengunci pintu rumah. Dari kejauhan, Hewan yang rakus dan ganas itu sedang mengintai dari persembunyainya.

“Beruntung sekali aku hari ini, kebenaran sekarang aku sangat lapar sekali, anak-anak domba itu akan menjadi santapanku hari ini” Sambil menelan air liurnya, Srigala itu pun langsung kerumah Domba. Tok..tok…tok… Srigala itu mengetuk Pintu rumah Domba. “Anak-anak ku buka pintunya sekarang, ini ibu nak” Mendengar itu anak domba yang bungsu langsung pergi mendekati pintu untuk membukanya. melihat adik nya langsung mendekati pintu, kakak laki-laki sulungnya langsung menghentikan langkahnya.

Adik…. Tunggu dulu, jangan asal buka dulu. Coba dengar Suaranya sepertinya terdengar aneh, Suara ibu kita tidak separau ini. Di daerah hutan ini yang mempunyai suara parau hanyalah hewan yang ganas dan rakus yaitu Srigala. Jangan kita buka pintunya! “kata si sulung”. Soudara domba-domba yang lain juga menyetujui pendapat si sulung.
“Wah anak domba itu ternyata bisa menebak ku, aku pikir mereka bisa aku tipu dengan mudah, Apa ya yang harus aku lakukan agar bisa menipu Anak-anak domba tersebut” Srigala itu terus berpikir”. ahhh… aku punya ide, ternyata kapus bisa membuat suara ku menjadi lemah lembut. akhirnya srigala itu pun langsung berlari ketoko untuk membeli sebatang kapur dan memakanya, dan ternyata suara srigala itu pun berhasil berubah menjadi lembut.

Selanjutnya :

Dongeng anak | Cerita Fabel Beruang dan Lebah Madu

Dongeng beruang dan lebah

Dongeng anak | Cerita Fabel Beruang dan Lebah Madu Pada Suatu Hari, Di dalam hutan yang lebat Hiduplah seekor binatang besar yaitu beruang, Dimana beruang tersebut tinggal sendirian. Beruang itu mempunyai cukup banyak persediaan makanan yang bisa untuk dimakan. selang waktu berlalu, Persediaan makanan beruang sudah mulai menipis, waktu pun terus berjalan. Pada akhirnya, persediaan makanan punya beruang pun sudah habis tidak tersisa.

Pada sat pagi datang, beruang itu sangat kelaparan, perutnya sakit karena tidak makan. Pada akhirnya, Beruang itu berpikir dan memutuskan mencari makanan didalam hutan yang lebat. Beruang besar itu suka sekali sama buah-buahan dan madu yang ada di hutan itu. tetapi, binatang bertubuh besar itu tidak menemukan apa yang dia mau. Perasaan beruang pun Sedih karena tidak menemukan makanan kesukaanya.

Beruang tesebut tidak putus asa, dia terus berusaha menyusuri hutan dan sungai demi mendapatkan makanan Buah-buahan dan madu. Sambil menahan lapar berungan itu terus berjalan. tiba-tiba ditengah perjalanan, ada sebuah pohon yang posisinya tumbang dipinggir sungai, pohon itu mempunyai lubang yang cukup besar, beruang itu pun mendekati lubang pohon itu. ternyata didalam lubang itu terdapat sarang lebah yang beruang inginkan, dengan sangat berpengalaman berung tersebut memegang sarang lebah tersebut.

Beruang tersebut sangat merasa penasaran sekali terhadap sarang lebah itu. Beruang itu sangat waspada berada di dekat pohon yang tumbang itu dengan sembunyi-sembunyi.
Tiba-tiba, pada waktu sang beruang itu sedang berdiam-diam. Sekumpulan banyak lebah datang ingin masuk ke lubang itu dengan membawa madu yang sangat banyak, akan tetapi beruang belum menyadarinya.

akhirnya sekumpulan lebah-lebah itu, melihat keadaan beruang yang sedang berdiri tepat didepan lubang pohon yang tumbang itu. sekumpulan lebah itu sangat marah dengan beruang itu dan langsung terbang mendekati beruang tersebut.Dengan perasan marah, lebah-lebah itu menggigit pantat beruang yang besar itu dengan sengatannya yang sangat sakit.

Selanjutnya :