Cerita Rakyat & Legenda

Tetapi Permaisuri Ayunda terkejut karena prajurit itu tidak pergi seperti yang ia perintahkan namun justru duduk bersimpuh di hadapan Sang Permaisuri, lalu membuka penutup wajahnya. “Ibunda” ujar prajurit yang ternyata adalah Dimitri Sultan Jati yang menyamar. “Di… Dimitri… Anakku!” Permaisuri Ayunda tiba-tiba merasakan emosi yang bercampur antara sedih, bahagia, dan rindu sehingga ia tak kuasa menahan airmatanya sembari memeluk putra sulungnya yang tercinta. “Iya Ibunda, yang kini ada di hadapanmu adalah putramu yang selama ini Ibunda cari. Bagaimana keadaan Ayahanda? Mengapa Ayahanda menjadi sedemikian buruk keadaannya?” Tanya Dimitri penuh rasa ingin tahu.

Kemudian Permaisuri menceritakan segala yang telah dilakukan oleh Sang Raja setelah kepergian Dimitri. Ia pun bercerita kepada Dimitri tentang adik-adiknya dan pengemis tua itu, tentang bagaimana buruknya perlakuan Sang Raja dan kutukan yang diberikan oleh pengemis tua itu. Dimitri tertegun mendengar penuturan ibunya dan akhirnya mengerti ketika ibunya menceritakan tentang usaha yang dilakukan oleh saudara-saudaranya tidak berhasil sehingga tubuh ayahnya tetap utuh hingga kini. Dimitri begitu sedih dan terenyuh ketika pada akhirnya ia menemui ayahnya yang kini tidak dapat melakukan apapun selain terbaring kaku tanpa dapat menggerakkan tubuh sedikitpun.

“Ayahanda…. Mengapa keadaan Ayahnda menjadi sedemikian buruk?” Dimitri tak kuasa menahan kesedihannya melihat sang ayah yang terlihat begitu tua, kurus, dan tak bertenaga, sangat jauh berbeda dengan ayahnya pada terakhir kali mereka bertemu. Sang Raja yang menyadari kehadiran putra sulungnya hanya dapat mengalirkan airmata tanpa dapat berekspresi sedikitpun.

“Ibunda, tidak ada suatu apapun yang dapat saya lakukan berkaitan dengan kondisi Ayahanda saat ini. Bahkan tabib yang paling paling hebat pun tidak dapat meringankan penderitaan Ayahanda, terlebih lagi Ananda yang tidak lebih dari seorang anak yang tak berguna. Tetapi bagaimanapun sikap dan sifat Ayahanda dulu, Kamanda Sultan Jati adalah Ayahandaku. Dan Ananada akan selalu menyayangi dan menghormati Ayahanda."